Tindak Lanjuti Soal Otsus, MRP Diancam Kelompok KNPB

  • Whatsapp

Jurnalpatrolinews – Jayapura : Majelis Rakyat Papua (MRP) yang sedang melakukan kunjungan kerja di beberapa wilayah di Kota dan Kabupaten Jayapura didatangi oleh segerombol massa yang diketahui merupakan kelompok KNPB.

Dikonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi ketika MRP ingin mendengarkan aspirasi rakyat Papua dalam upaya menindak lanjuti keberlangsungan otsus di Papua.

Belakangan diketahui bahwa kelompok KNPB ingin menggagalkan agenda mendengar langsung oleh MRP karena banyak kisaran suara dimana rakyat masih membutuhkan uluran dan dorongan dari terselenggaranya UU Otsus.

“Atas nama rakyat Papua, saya minta seluruh agenda ini dihentikan dan Tidak perlu lagi dilakukan,” ungkap koordinator aksi yang diketahui merupakan mahasiswa Universitas Cenderawasih tersebut.

Sambil mengancam dengan nada yang meninggi kelompok KNPB tersebut secara keras menentang MRP sebab pihaknya mengklaim bahwa rakyat Papua sudah menandatangani petisi sebagai bentuk penolakan terhadap otsus.

Meski demikian, pihak MRP langsung membantah tudingan sepihak kelompok KNPB tersebut.

UU otsus yang telah merepresentasikan terbentuknya lembaga MRP, hal itu menjadi dasar yang kuat sehingga MRP bisa bertanggung jawab atas aspirasi rakyat Papua secara langsung tanpa ada intimidasi dari kelompok tertentu.

“Silakan tuan-tuan klaim kalau rakyat Papua menyetujui dalam bentuk petisi. Tapi kami sebagai lembaga punya mekanisme tersendiri untuk melakukan evaluasi tentang Otsus itu sendiri,” ungkap Staf Ahli MRP Andy Goo.

Dilain kesempatan, dalam menanggapi konflik yang terjadi antara MRP dengan pihak lain, seorang mahasiswa bernama Steven Yogi yang sedang melaksanakan studinya di Yogyakarta mengatakan pendapatnya ketika di temui.

Ia beranggapan bahwa tidak boleh terjadi intimidasi dan klaim sepihak seperti yang dilakukan oleh kelompok KNPB.

“Ingat bahwa bukan kalian saja yang OAP. Papua itu besar dan sangat tidak bisa dipaksakan. Persisnya tidak semua OAP menolak Otsus,” ungkapnya.

Steven juga menambahkan bahwa fokus utama bagi Papua saat ini adalah mendorong sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga dalam beberapa waktu ke depan Papua akan memiliki pondasi yang kuat ditambah karena dibangun oleh putera daerahnya sendiri.

Pos terkait