JurnalPatroliNews – Bogor – Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543 yang digelar sejak 3 hingga 22 Juni 2025 oleh Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, menuai sorotan dari sejumlah warga dan pelaku usaha lokal. Meski melibatkan berbagai sponsor, rangkaian acara dinilai kurang semarak dan jauh dari ekspektasi publik.
Salah seorang warga Pakansari, Dedi Jujun, menyampaikan kekecewaannya atas minimnya kemeriahan perayaan HJB tahun ini. Ia mempertanyakan pengelolaan dana dari pihak sponsor yang seharusnya mendukung pelaksanaan acara lebih maksimal.
“Event HJB tahun ini terasa sepi. Padahal kabarnya banyak sponsor yang terlibat. Jadi wajar kalau masyarakat bertanya, dana sponsor itu dialokasikan ke mana?” ujarnya kepada media, Rabu (11/6/2025).
Sorotan juga datang dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mengaku terbebani biaya sewa stand pameran dalam rangkaian acara tersebut. Salah satu pelaku UMKM di wilayah Pakansari menyebutkan bahwa mereka dikenakan tarif hingga Rp5 juta untuk dapat berpartisipasi.
“Biaya segitu sangat berat bagi pelaku usaha kecil seperti kami. Padahal acara seperti ini seharusnya jadi ajang promosi gratis bagi UMKM lokal,” keluhnya.
Pelaksanaan HJB ke-543 disebut-sebut berada di bawah koordinasi langsung seorang pejabat berinisial YS. Namun hingga berita ini diturunkan, panitia pelaksana belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi oleh awak media kepada ketua panitia pun belum membuahkan hasil, karena yang bersangkutan tidak merespons panggilan maupun saat ditemui langsung.
Masyarakat berharap ke depan pelaksanaan event besar seperti HJB dapat lebih transparan dan melibatkan partisipasi publik secara lebih inklusif, terutama dalam hal pemberdayaan ekonomi lokal dan pengelolaan dana kegiatan.














