Airlangga Pastikan Perjanjian Dagang RI-Uni Eropa Siap Diteken Kuartal Ketiga 2025

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Indonesia memastikan bahwa pembahasan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Menyeluruh antara Indonesia dan Uni Eropa (I-EU CEPA) telah tuntas. Tahap berikutnya tinggal proses penandatanganan yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada kuartal ketiga 2025.

Hal tersebut disampaikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan persnya di Belgia, Sabtu, 12 Juli 2025. Ia menyampaikan pernyataan tersebut di sela kunjungan resmi Presiden RI Prabowo Subianto ke Eropa.

Salah satu agenda utama kunjungan Presiden Prabowo ke markas Uni Eropa di Brussels memang membahas kelanjutan dari CEPA, perjanjian yang telah dinegosiasikan selama lebih dari sepuluh tahun dan melalui 19 putaran perundingan.

“Kita sudah melalui lebih dari satu dekade perundingan. Semua isu utama sudah disepakati. Ini pencapaian besar, terutama di tengah iklim ketidakpastian global saat ini,” kata Airlangga.

Ketika ditanya soal jadwal penandatanganan resmi, Airlangga menjelaskan bahwa momentum tersebut akan terjadi dalam kuartal ketiga tahun ini, namun menunggu konfirmasi resmi dari Presiden.

“Penandatanganan akan dilakukan di Jakarta, sekitar kuartal tiga. Tapi soal tanggal, kita tunggu saja pengumuman dari Bapak Presiden. Belum bisa dibocorkan,” ujarnya sambil tersenyum.

Airlangga menegaskan bahwa seluruh hambatan teknis dan substansial telah diselesaikan, dan kondisi geopolitik saat ini justru memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis Eropa. Ia juga menyoroti status Indonesia sebagai calon anggota OECD yang semakin meningkatkan daya tawar nasional.

“Tidak ada lagi kendala besar. Situasi geopolitik global turut mengubah dinamika, dan posisi Indonesia sebagai negara yang sedang dalam proses masuk OECD memberi nilai tambah tersendiri di mata Eropa,” jelasnya.

Ia juga menyebut Indonesia kini tampil sebagai negara pelopor di kawasan ASEAN dalam membangun kemitraan dagang dengan Uni Eropa. Posisi Indonesia sebagai negara kunci di kawasan dinilai menjadi contoh bagi negara tetangga.

“Indonesia kini jadi jangkar ekonomi ASEAN. Setelah kita melangkah, negara-negara seperti Malaysia dan Thailand pun tertarik mengikuti. Kita berada di posisi terdepan dalam kerja sama ekonomi lintas kawasan,” tutup Airlangga.