JurnalPatroliNews – Klaten – Pemerintah pusat bersama 18 kementerian/lembaga dan Pemerintah Kabupaten Klaten tengah bersiap untuk peluncuran program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ambisius ini akan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Juli 2025 di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa Tengah.
Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menegaskan bahwa persiapan peluncuran ini telah memasuki tahap akhir. Sebanyak 103 Koperasi Merah Putih telah disiapkan sebagai model percontohan yang akan diluncurkan secara virtual serentak di seluruh Indonesia.
“Satgas Nasional sudah menentukan titik-titik percontohan di tiap provinsi. Ini akan menjadi standar awal dalam penerapan konsep koperasi Merah Putih secara nasional,” ujar Budi Arie usai Rapat Koordinasi Terbatas di Klaten.
Rakortas ini dipimpin Menko Pangan Zulkifli Hasan, dihadiri oleh Wakil Menkop Ferry Juliantono, Sekretaris Kementerian Ahmad Zabadi, Wamendes PDTT Ahmad Riza Patria, Wamen KKP Didit Herdiawan, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, dan sejumlah pejabat kabinet lainnya.
Menurut Budi Arie, Kopdes/Kel Merah Putih tidak sekadar menjadi koperasi biasa. Koperasi ini dirancang sebagai pusat layanan ekonomi masyarakat desa, dengan unit-unit usaha seperti gerai kebutuhan pokok, layanan kesehatan murah, simpan pinjam, pengelolaan logistik, hingga menjadi penyalur berbagai bantuan pemerintah seperti PKH, gas elpiji subsidi, dan pupuk bersubsidi.
“Kita ingin menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional dengan semangat gotong royong dan kemandirian,” lanjutnya.
Koperasi percontohan ini juga akan mendapat dukungan pembiayaan dari lembaga-lembaga besar seperti BRI, BNI, Bank Mandiri, BSI, hingga LPDB KUMKM. Skema pendanaan dirancang dengan prinsip kehati-hatian, dimana koperasi penerima bantuan harus memiliki usaha yang jelas dan produktif.
Pemerintah tengah merampungkan aturan pembiayaan melalui Peraturan Menteri Keuangan untuk memperkuat keberlanjutan koperasi tersebut.
Hingga pertengahan Juli 2025, tercatat sudah terbentuk 81.147 koperasi desa dan kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia, dengan 77.888 di antaranya telah memiliki badan hukum resmi dari Kemenkumham.
Budi Arie juga menegaskan, pasca peresmian, pemerintah akan terus mendampingi koperasi-koperasi tersebut melalui pelatihan manajemen bisnis, penguatan SDM, serta penerapan digitalisasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami percaya, melalui kolaborasi dan kerja nyata, Koperasi Merah Putih bisa menjadi motor penggerak kemandirian desa dan penguatan ekonomi rakyat,” pungkasnya.














