Waspada Judi Online & Kejahatan Siber! BI Gelar Pameran Edukasi Anak Lewat “Bentengan”

JurnalPatroliNews – Jakarta – Bank Indonesia (BI) menggelar pameran edukasi bertajuk “Bentengan” di Museum Bank Indonesia mulai 15 Juli hingga 24 Agustus 2025, untuk membekali anak-anak dengan literasi keuangan sekaligus mencegah terjeratnya mereka dalam praktik kejahatan digital seperti judi online, phishing, scamming, dan pinjaman ilegal.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Jurnanto Hediawan, menegaskan pentingnya perlindungan bagi anak dari maraknya bahaya dunia maya. “Kami ingin anak-anak tak terjebak dalam phishing, judi online, dan pinjol ilegal. Lewat pameran di museum ini, mereka diajak belajar sambil bermain,” ujarnya, Senin (14/7).

Pameran “Bentengan” atau “Bermain dan Telusuri Uang Lewat Cerita Anak” mengajak anak memahami perjalanan sistem keuangan dari era barter hingga era digital, melalui permainan tradisional seperti bakiak dan egrang, serta gim interaktif kekinian.

“Ini bukan sekadar pameran uang. Kami ingin anak-anak tetap aktif bermain sekaligus memahami sistem keuangan dan pentingnya mata uang Rupiah,” kata Jurnanto.

Upaya BI ini bukan tanpa alasan. Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat sekitar 80 ribu anak usia 10 tahun sudah terjerat judi online, sementara pada rentang usia 10-20 tahun jumlahnya mencapai 440 ribu orang.

Ketua Kurator Pameran, Syefri Luwis, menambahkan bahwa mayoritas pengunjung Museum BI memang anak-anak. “Lebih dari 50% pengunjung museum ini adalah anak-anak. Setiap hari biasa, ada sekitar 13 bus sekolah yang datang,” jelasnya.

Melalui “Bentengan”, BI berharap anak-anak bisa lebih cerdas dan kritis dalam menggunakan teknologi digital tanpa terjerumus ke dalam risiko kejahatan siber yang kian marak.