Mendag AS: Peluang Dialog Dagang dengan Uni Eropa Masih Terbuka Jelang Tenggat Tarif

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat tetap optimistis bahwa perundingan perdagangan dengan Uni Eropa bisa membuahkan hasil, meskipun batas waktu pemberlakuan tarif baru semakin dekat, yakni pada 1 Agustus 2025.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, yang menegaskan bahwa jalur komunikasi antara Washington dan Brussel masih aktif dan penuh harapan.

“Negosiasi terus berlangsung. Kami percaya kesepakatan bisa tercapai. Uni Eropa adalah mitra utama kami dalam perdagangan global,” kata Lutnick dalam wawancara eksklusif dengan CBS TV, dikutip pada Senin, 21 Juli.

Ia menambahkan bahwa pihaknya baru saja melakukan pembicaraan via telepon dengan tim negosiasi dari Uni Eropa dan melihat adanya peluang untuk mencapai kesepahaman sebelum tenggat yang telah ditetapkan.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya tensi perdagangan internasional, menyusul pengumuman Presiden Donald Trump pada 12 Juli lalu yang mengancam akan menerapkan tarif impor sebesar 30 persen terhadap produk dari Uni Eropa dan Meksiko jika tidak ada kesepakatan yang dicapai sebelum awal Agustus.

“Ya, itu memang tenggat yang cukup ketat,” ujar Lutnick. Namun, ia menegaskan bahwa proses diplomasi tetap bisa berlanjut pasca 1 Agustus, meski tarif baru tetap akan mulai diberlakukan sesuai jadwal.

Sebelumnya, Presiden Trump telah mengirim surat resmi kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, serta para pemimpin negara lain seperti Meksiko, Kanada, Jepang, dan Brasil. Dalam surat itu, Trump merinci rencana pengenaan tarif berkisar 20 hingga 50 persen, termasuk bea masuk khusus sebesar 50 persen untuk impor tembaga.

Meskipun kebijakan tarif ini dipandang sebagai tekanan politik, pemerintah AS masih memberi sinyal kuat bahwa jalur dialog tetap terbuka demi menghindari eskalasi yang merugikan kedua belah pihak.