JurnalPatroliNews – Istanbul – Ukraina dan Rusia dijadwalkan kembali menggelar putaran baru perundingan damai di Turki pada Rabu mendatang. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi hal ini dalam pidato malamnya, Senin (21/7), usai menerima laporan dari Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Rustem Umerov.
“Umerov melaporkan bahwa pertemuan dijadwalkan hari Rabu. Informasi rinci akan disampaikan besok,” ujar Zelenskyy.
Zelenskyy menegaskan bahwa format perundingan ini diinisiasi langsung oleh Umerov dan hanya akan efektif jika dilakukan di level pimpinan tertinggi negara. Karena itu, ia menginstruksikan para diplomat Ukraina untuk mencari dukungan internasional terhadap format negosiasi ini.
“Agenda kami sudah jelas. Saya meminta Anda semua menyampaikan pentingnya kerangka negosiasi ini kepada negara-negara tempat Anda bertugas,” tulis Zelenskyy lewat platform X.
Sebelumnya, Zelenskyy telah menyatakan kesiapan Kiev untuk melanjutkan dialog dengan Moskow demi mempercepat proses perdamaian. Namun hingga kini, pihak Rusia belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Ukraina tersebut. Meski begitu, kantor berita RIA melaporkan bahwa perundingan direncanakan berlangsung pada 24-25 Juli, mengutip sumber yang mengetahui rencana tersebut.
Dua putaran dialog sebelumnya telah berlangsung di Istanbul pada 16 Mei dan 2 Juni 2025. Dalam pertemuan itu, kedua negara sepakat mempercepat pertukaran tawanan perang, terutama mereka yang masih muda dan terluka parah, serta mengembalikan jenazah sekitar 6.000 prajurit dari kedua belah pihak.
Dengan jadwal yang telah ditetapkan, dunia menanti apakah langkah diplomasi ini akan membawa kemajuan berarti di tengah konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina.
Tanya ChatGPT














