JurnalPatroliNews – Jakarta – Gempa bumi kuat bermagnitudo 8,7 yang terjadi di wilayah pesisir timur Kamchatka, Rusia, pada Rabu pagi, memicu peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Menurut keterangan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, gempa tersebut berpotensi menimbulkan gelombang tsunami kecil di wilayah Indonesia, dengan status “waspada”. Gelombang diperkirakan memiliki ketinggian di bawah 0,5 meter.
“Analisis kami menunjukkan potensi tsunami dengan dampak ringan di beberapa daerah pesisir Indonesia,” ujar Daryono dalam pernyataannya, Rabu (29/7).
Wilayah-wilayah yang diperkirakan terdampak antara lain:
- Kepulauan Talaud, diperkirakan diterjang gelombang pada pukul 14.52 WITA,
- Kota Gorontalo (16.39 WITA),
- Halmahera Utara (16.04 WIT),
- Manokwari (16.08 WIT),
- Raja Ampat (16.18 WIT),
- Biak Numfor & Supiori (16.21 WIT),
- Sorong Utara (16.24 WIT),
- Jayapura & Sarmi (16.30 WIT).
Masyarakat yang tinggal di pesisir daerah tersebut diminta menjauhi pantai dan tetap tenang sambil menunggu informasi resmi lebih lanjut.
“Belum ada laporan mengenai dampak kerusakan di wilayah Indonesia hingga saat ini,” tambah Daryono.
BMKG mencatat bahwa pusat gempa terletak di koordinat 52,51° LU dan 160,26° BT, dengan kedalaman hanya 18 kilometer. Gempa tersebut terjadi akibat aktivitas subduksi di Palung Kurile-Kamchatka, dengan mekanisme sesar naik.
Hingga pukul 08.30 WIB, BMKG mencatat tujuh gempa susulan di wilayah tersebut, dengan magnitudo terbesar mencapai 6,9 dan yang terkecil 5,4.
Laporan dari Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) juga menyebut bahwa potensi tsunami akibat gempa ini bisa meluas ke beberapa negara lain seperti Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Guam, dan Hawaii.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas asal-usulnya dan hanya mengikuti pemberitahuan resmi dari saluran BMKG yang telah terverifikasi.














