Trump Buka Peluang Bertemu Putin, Bahas Perdamaian Ukraina

JurnalPatroliNews – Washington DC – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan kemungkinan akan segera bertatap muka dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Hal ini disampaikannya setelah adanya komunikasi yang diklaim produktif antara utusan khusus AS dan pemimpin Kremlin tersebut di Moskow.

Steve Witkoff, utusan khusus Trump, baru-baru ini melakukan kunjungan ke Rusia dan bertemu langsung dengan Putin. Pertemuan ini terjadi di tengah upaya Amerika untuk menekan Rusia agar menghentikan agresinya terhadap Ukraina, termasuk melalui rencana penerapan sanksi sekunder, yang bisa saja menyasar negara seperti China.

Rencana pertemuan tingkat tinggi antara Trump dan Putin kabarnya juga telah dibahas dalam panggilan telepon antara Trump dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. Panggilan tersebut, menurut sumber di Kyiv, juga melibatkan Sekjen NATO yang baru, Mark Rutte, serta para pemimpin negara Eropa seperti Inggris, Jerman, dan Finlandia.

“Pertemuan kemungkinan besar akan segera terjadi,” ujar Trump di hadapan awak media di Gedung Putih, saat ditanya tentang potensi dialog langsung dengan Putin dan Zelensky, Kamis (7/8/2025), seperti dilansir AFP.

Meski belum menyebut lokasi pasti, bila pertemuan itu terwujud, maka ini akan menjadi pertemuan tingkat tinggi pertama antara pemimpin AS dan Rusia sejak pertemuan antara Joe Biden dan Putin di Jenewa pada tahun 2021.

Beberapa media besar AS, seperti CNN dan New York Times, melaporkan bahwa Trump tengah mengatur pertemuan satu lawan satu dengan Putin paling cepat pekan depan. Setelah itu, ia dikabarkan akan menyusul dengan pertemuan trilateral yang juga menghadirkan Zelensky.

Pihak Gedung Putih, ketika dimintai konfirmasi, mengonfirmasi keterbukaan Trump terhadap kemungkinan pertemuan dengan kedua pemimpin.

“Rusia menyampaikan keinginan mereka untuk mengadakan pertemuan dengan Presiden Trump, dan beliau terbuka untuk duduk bersama baik dengan Presiden Putin maupun Presiden Zelensky,” ujar Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt.

Kremlin sendiri menganggap pembicaraan antara Putin dan Witkoff sebagai “diskusi yang membuahkan hasil.” Kunjungan ini datang pada saat Trump mendekati tenggat waktu ultimatum terhadap Rusia dengan ancaman sanksi baru jika tidak ada langkah nyata untuk menghentikan perang.

Dalam pernyataan terpisah melalui platform Truth Social, Trump menulis bahwa “kemajuan besar telah dicapai.” Ia juga menyebut telah memberikan informasi perkembangan kepada sekutu-sekutu Eropa usai pertemuan tersebut.

“Semua pihak sepakat bahwa konflik ini harus segera diakhiri. Kami bekerja keras untuk mencapainya dalam hitungan hari atau pekan ke depan,” tulisnya.