JurnalPatroliNews – Jakarta – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno menegaskan bahwa Ambalat bukanlah nama laut, melainkan sebutan untuk sebuah blok minyak yang berada di dasar laut.
“Jangan salah paham. Ambalat itu nama blok minyak di dasar laut. Kalau nama lautnya adalah Laut Sulawesi,” jelas Havas saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (9/8).
Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan kesalahpahaman yang kerap muncul terkait penamaan wilayah tersebut.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menanggapi pengumuman Malaysia yang menyebut Blok Ambalat sebagai bagian dari Laut Sulawesi. Sengketa terkait Blok Ambalat sudah berlangsung lama antara Indonesia dan Malaysia.
“Kita cari penyelesaian yang baik, damai, dan dengan itikad baik dari kedua pihak,” kata Prabowo usai menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Sabuga ITB, Bandung, Kamis (7/8).
Malaysia menyebut wilayah itu sebagai Laut Sulawesi karena penamaan “Blok Ambalat” merupakan nomenklatur versi Indonesia. Negeri jiran tersebut mengklaim area yang disengketakan termasuk Blok ND6 dan ND7 berada di wilayah maritim Malaysia, mengacu pada Peta Baru 1979 dan putusan Mahkamah Internasional (ICJ) 2002 yang menetapkan kedaulatan Pulau Sipadan dan Ligitan berada di bawah Malaysia.














