JurnalPatroliNews – Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta Pemerintah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Arahan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi di Ditjen Bina Pembangunan Daerah pada Selasa (26/8/2025).
Pertemuan tersebut membahas strategi percepatan pembangunan perumahan di Buol yang sejalan dengan target Program Nasional Tiga Juta Rumah. Direktur SUPD II Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Suprayitno, menekankan pentingnya penyediaan rumah sebagai kebutuhan dasar masyarakat.
“Bagi warga Buol, hunian layak huni bukan hanya soal tempat tinggal, tapi juga faktor penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi angka kemiskinan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (28/8).
Ia menjelaskan, pemerintah pusat akan terus mendorong pembangunan rumah MBR melalui regulasi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta dukungan pembiayaan lewat Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Suprayitno juga menekankan pentingnya Pemkab Buol memperkuat sistem pelaporan pembangunan agar data yang akurat bisa menjadi dasar pengajuan program ke Kementerian PUPR.
Sementara itu, Bupati Buol Risharyudi Triwibowo mengakui daerahnya masih menghadapi sejumlah persoalan serius, mulai dari tingkat stunting yang tinggi, rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga angka kemiskinan yang masih dominan. “Sejak pemekaran 25 tahun lalu, kondisi Buol belum banyak mengalami perbaikan,” ungkapnya.
Meski demikian, Pemkab Buol tengah menyiapkan arah pembangunan jangka menengah melalui RPJMD yang sedang dibahas bersama DPRD untuk ditetapkan menjadi Perda. Pemerintah daerah juga berupaya mengoptimalkan sumber pendanaan tambahan, termasuk program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Sinergi dengan pemerintah pusat serta dukungan sektor swasta menjadi kunci mempercepat penyediaan rumah layak huni di Buol. Harapannya, langkah ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian target nasional pengurangan kemiskinan ekstrem,” tegas Bupati.













