Gubernur Kaltim Putuskan Tanggung Biaya Akuarium dan Kursi Pijat dari Kantong Sendiri

JurnalPatroliNews – Jakarta – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada publik terkait polemik anggaran renovasi rumah dinas gubernur yang mencapai nilai fantastis.

Sorotan utama publik tertuju pada pengadaan sejumlah fasilitas mewah, di antaranya kursi pijat senilai Rp 125 juta dan akuarium air laut.

Langkah ini diambil setelah munculnya teguran keras dari Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya. Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (27/4), Bima mendesak Pemerintah Provinsi Kaltim untuk segera mengkaji ulang skala prioritas anggaran tersebut.

Ia menegaskan agar setiap pengadaan yang tidak membawa manfaat langsung bagi masyarakat luas sebaiknya dibatalkan.

Menanggapi kegaduhan yang berkembang, Rudy Mas’ud menyatakan akan mengambil tanggung jawab penuh atas penggunaan anggaran tersebut.

Meskipun ia menyebutkan bahwa perencanaan paket renovasi senilai Rp 25 miliar itu sudah ada sebelum dirinya menjabat, Rudy berkomitmen untuk memilah kembali item-item yang dianggap mencederai rasa keadilan masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Rudy memutuskan untuk menanggung biaya renovasi yang bersifat di luar fungsi kedinasan menggunakan dana pribadi.

Hal ini mencakup pengadaan kursi pijat serta akuarium air laut yang sebelumnya dianggarkan melalui APBD. Selain itu, ia menginstruksikan adanya audit ulang secara terbuka terhadap seluruh paket renovasi agar masyarakat dapat ikut mengawasi.

Tak hanya soal fasilitas, Gubernur Kaltim juga melakukan langkah pembersihan internal dengan meniadakan keterlibatan keluarga dalam peran struktural di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim.

Keputusan ini mencakup penghapusan posisi keluarga dalam tim ahli gubernur untuk percepatan pembangunan, guna menjaga kepercayaan publik dan menghindari konflik kepentingan.

Melalui pernyataan tertulis di media sosial pribadinya, Rudy menyampaikan bahwa kritik dan masukan dari masyarakat merupakan bentuk kepedulian terhadap kemajuan daerah.

Ia berjanji akan lebih berhati-hati dalam berkomunikasi serta berkomitmen untuk memprioritaskan program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar warga Kalimantan Timur di masa depan.