JurnalPatroliNews – Jakarta – Polda Metro Jaya mengungkap fakta baru terkait kasus penculikan dan pembunuhan terhadap Kepala Cabang (Kacab) bank, M Ilham Pradipta (37). Korban ternyata tidak dikenal para pelaku, melainkan dipilih secara acak hanya berdasarkan kartu nama.
“Pemilihan korban murni random. Salah satu tersangka kebetulan memiliki kartu nama korban, dari situ kemudian ditargetkan. Tidak ada hubungan pribadi antara pelaku dan korban,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra kepada wartawan.
Menurut Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim, rencana kejahatan ini bermula dari tersangka C alias Ken yang berniat memindahkan dana dari rekening dormant ke rekening penampungan. Proses itu membutuhkan persetujuan pejabat bank setingkat kepala cabang.
“Awalnya mereka mencoba mencari Kacab yang bisa diajak bekerja sama. Hampir sebulan dicoba, tapi tidak ada yang bersedia. Akhirnya mereka sepakat menggunakan opsi penculikan,” jelas Abdul Rahim.
Dari situ, Ken memberikan sebuah kartu nama Kacab kepada rekannya, Dwi Hartono (DH), untuk dijadikan target. “Data yang ada di kartu nama itulah yang dipakai, walaupun sebenarnya korban tidak pernah mereka kenal,” tambahnya.
Polisi telah menetapkan 15 tersangka sipil dalam kasus ini. Selain itu, dua prajurit Kopassus berinisial Kopda FH dan Serka N juga terlibat, dan saat ini ditangani oleh Pomdam Jaya. Sementara seorang pelaku lain berinisial EG masih dalam pengejaran.
Korban M Ilham Pradipta sendiri ditemukan tewas di area semak-semak kawasan Serang Baru, Bekasi, pada Kamis (21/8). Saat ditemukan, wajah, tangan, dan kakinya terikat lakban hitam. Sebelumnya, Ilham sempat diculik dari parkiran sebuah supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur, sehari sebelumnya.














