JurnalPatroliNews – Jakarta – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan peringatan keras kepada Afghanistan terkait Pangkalan Udara Bagram. Ia menegaskan bahwa konsekuensi serius bisa terjadi apabila fasilitas militer tersebut tidak diserahkan kembali kepada Washington.
Pangkalan Bagram sendiri dulunya menjadi pusat operasi militer Amerika selama hampir 20 tahun pasca-serangan 11 September 2001, sebelum akhirnya ditinggalkan pada Juli 2021 seiring penarikan penuh pasukan AS dan kembalinya Taliban ke tampuk kekuasaan.
Melalui unggahan di platform Truth Social pada Minggu, 21 September 2025, Trump menulis, “Jika Afghanistan tidak mengembalikan Pangkalan Udara Bagram kepada pihak yang membangunnya, yakni Amerika Serikat, maka hal buruk akan terjadi.”
Trump juga mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan otoritas Afghanistan mengenai kemungkinan pengambilalihan kembali pangkalan itu tengah berlangsung. Kepada wartawan di Gedung Putih, ia mengulangi ancamannya dan bahkan tidak menutup opsi penggunaan kekuatan militer.
“Kami menginginkannya kembali, segera, tanpa menunda. Jika mereka menolak, kalian akan melihat langkah apa yang akan saya ambil,” ucapnya dengan nada tegas.
Sementara itu, pemerintah Afghanistan berulang kali menolak segala kemungkinan kembalinya pasukan Amerika di wilayahnya, termasuk penguasaan kembali atas Bagram.














