JurnalPatroliNews – Jakarta – India dan China telah sepakat untuk membuka kembali jalur penerbangan langsung antara sejumlah kota setelah lima tahun terhenti, yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 serta ketegangan politik antara kedua negara.
Rencana ini akan mulai dilaksanakan pada akhir Oktober 2025, meskipun keputusan akhir mengenai jalur penerbangan tetap berada di tangan maskapai komersial.
Menurut Kedutaan Besar India di China, pembukaan penerbangan ini merupakan langkah pertama dalam normalisasi hubungan antarakedua negara tersebut.
“Pembukaan kembali penerbangan ini adalah bagian dari pendekatan India untuk melakukan normalisasi hubungan secara bertahap dengan China,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan melalui akun WeChat Kedubes India pada Sabtu, 4 Oktober 2025.
Keputusan ini diambil di tengah ketegangan politik global yang semakin memanas, terutama dengan kebijakan proteksionis yang diterapkan oleh Presiden AS, Donald Trump.
Washington telah menaikkan tarif impor terhadap India hingga 50 persen karena negara tersebut masih membeli minyak dari Rusia.
Trump juga mendorong Uni Eropa untuk mengenakan tarif 100 persen terhadap China dan India sebagai bentuk tekanan untuk menghentikan perang di Ukraina.
Merespons ancaman tarif yang datang dari AS, Perdana Menteri India, Narendra Modi, dan Presiden China, Xi Jinping, menegaskan bahwa kedua negara bukan pesaing, melainkan mitra dalam pembangunan.
Kedua pemimpin tersebut sepakat untuk memperkuat kerja sama dagang antara India dan China, terutama dalam menghadapi ketidakpastian global yang timbul akibat tekanan tarif AS.
Penerbangan langsung antara India dan China terakhir kali beroperasi pada tahun 2020 sebelum dihentikan akibat pandemi. Setelah ketegangan yang berkepanjangan di perbatasan kedua negara, rute penerbangan tersebut tidak dibuka kembali hingga kini.














