Demi Kualitas Gizi Anak, BGN Tiru Model India dalam Program MBG

JurnalPatroliNews – Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memperluas jangkauan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga meningkatkan kualitas pelaksanaannya.

Langkah ini diambil agar dampak gizi program yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa pihaknya menggandeng India sebagai mitra strategis untuk memperkuat mutu pelaksanaan program gizi nasional tersebut.

Menurut Dadan, India merupakan negara yang sukses mengelola program makanan bergizi berskala besar dan menjadi model relevan bagi Indonesia. “Sebelum kita melaksanakan program Makan Bergizi, kita berkunjung ke India.

Kita melihat role model di sana yang berhasil menekan angka putus sekolah dan meningkatkan asupan gizi secara efektif,” ujar Dadan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Melalui kerja sama ini, BGN akan mendapatkan bimbingan teknis dari mitra India, termasuk terkait manajemen rantai pasokan bahan baku serta standar kualitas nutrisi.

Tujuannya agar program MBG tidak hanya menjangkau lebih banyak penerima, tetapi juga memberikan manfaat gizi yang berkualitas tinggi.

Dadan menjelaskan bahwa BGN akan mengadopsi efisiensi yang diterapkan India dalam pengelolaan logistik makanan di wilayah luas, demi memastikan kualitas nutrisi tetap terjaga.

Sebelumnya, rencana kerja sama ini telah diungkap Menteri Luar Negeri Sugiono dalam pidatonya di KTT ASEAN–India ke-22 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam kesempatan itu, Menlu menegaskan komitmen Presiden Prabowo untuk memperkuat hubungan bilateral dengan India, khususnya dalam bidang ketahanan pangan dan gizi masyarakat.

“Kami melihat potensi besar untuk berbagi pengalaman dengan program PM Poshan India guna membangun generasi yang lebih sehat, kuat, dan produktif di kawasan ini,” ujar Sugiono.

Sementara itu, Dadan memastikan BGN tetap memacu pelaksanaan program agar target 82,9 juta penerima manfaat dapat tercapai. Saat ini, sudah terbentuk 13.514 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mampu menjangkau 39,5 juta penerima manfaat.

“Kita terus kejar target sampai akhir tahun. Saat ini laju pembentukan SPPG mencapai sekitar 200 unit per hari, dan mampu melayani hingga 600 ribu penerima manfaat per hari,” ungkapnya.

Adapun penyerapan anggaran MBG telah mencapai Rp35,6 triliun atau sekitar 50,1 persen dari total anggaran. Dadan optimistis target nasional tetap bisa dikejar meskipun ada tantangan teknis di lapangan.

“Yang paling utama adalah kualitas layanan dan manfaat gizi yang diterima masyarakat, seiring dengan upaya mengejar target kuantitas,” pungkasnya.