PertaLife Incar Pengelolaan Aset Rp250 Miliar Lewat Program Kesehatan Pensiunan

JurnalPatroliNews – Jakarta – PT Perta Life Insurance menargetkan penambahan dana kelolaan baru senilai Rp200–250 miliar melalui peluncuran Program Dana Santunan Kesehatan Pensiunan (DSKP) yang disalurkan lewat DPLK PertaLife.

Direktur Utama PertaLife, Hanindio W. Hadi, menyebutkan bahwa proyeksi tersebut dipatok hingga akhir tahun sebagai bagian dari strategi memperkenalkan layanan perlindungan kesehatan jangka panjang bagi para pensiunan. Respons awal dari berbagai pihak, termasuk kelompok usaha Pertamina, dinilai cukup menggembirakan.

“Pada tahap awal kami menargetkan dana kelolaan sekitar Rp200–250 miliar. Antusiasme cukup tinggi setelah kami melakukan presentasi di sejumlah entitas,” ujar Hanindio dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 31 Oktober 2025.

Hanindio menjelaskan bahwa kegiatan promosi dan sosialisasi telah dilakukan sebelum program resmi diluncurkan. Perusahaan telah menjalin komunikasi dengan beberapa unit hulu Pertamina serta departemen human capital untuk memperkenalkan manfaat program ini.

Ia menegaskan bahwa peluncuran program ini diharapkan memperkuat kampanye internal di Pertamina Group agar seluruh entitas mengetahui adanya layanan tersebut.
“Kami optimistis target tercapai. Peluncuran dilakukan sekarang agar gaungnya makin luas,” katanya.

Hanindio menambahkan bahwa DSKP merupakan program jangka panjang yang dirancang untuk memastikan nasib pekerja tetap terjamin setelah pensiun.

“DSKP kami hadirkan sebagai solusi perlindungan kesehatan jangka panjang agar para pensiunan tetap dapat menikmati masa tua yang sehat dan sejahtera,” tuturnya.

Pengurus DPLK PertaLife, Deny Kuriniawan, mengatakan bahwa pengembangan program ini sejalan dengan ketentuan POJK No. 27/2023 terkait penyelenggaraan dana pensiun.
Menurut Deny, DSKP menjawab kebutuhan korporasi yang ingin memastikan jaminan kesehatan karyawan berlanjut hingga masa pensiun.

“Ini bukan hanya fasilitas tambahan, tetapi juga bentuk investasi sosial jangka panjang yang dapat meningkatkan loyalitas dan produktivitas tenaga kerja,” jelasnya.