Nama Prabowo Subianto Masuk 20 Besar Tokoh Muslim Berpengaruh Dunia

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menorehkan prestasi di kancah internasional setelah masuk dalam daftar The 500 Most Influential Muslims 2026 yang diterbitkan oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) di Yordania.

Dalam daftar bergengsi tersebut, Prabowo menempati peringkat ke-15 dan dinobatkan sebagai salah satu tokoh politik paling berpengaruh di dunia Islam tahun ini.

Peringkat di atasnya ditempati oleh Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman bin Abdul Aziz Al Saud (Pangeran MBS), sementara di bawahnya ada Maulana Mahmood Madani, Presiden Jamiat Ulema-e-Hind dari India.

Tiga besar daftar tersebut masing-masing diisi oleh Amir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, mufti besar Pakistan Sheikh Muhammad Taqi Usmani, serta ulama terkemuka Yaman Sheikh Al Habib Umar bin Hafiz.

Dalam laporan RISSC, disebutkan bahwa Prabowo mendapat pengakuan internasional atas kepemimpinannya sejak dilantik sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024.

Kebijakan strategis yang dijalankan selama masa kepemimpinannya, termasuk perombakan besar kabinet pada September 2025, dinilai sebagai langkah reformasi untuk memperkuat perekonomian dan stabilitas nasional.

Selain itu, Prabowo juga diapresiasi karena ketegasannya dalam menyuarakan isu kemanusiaan, terutama dalam tragedi kemanusiaan di Gaza, Palestina. RISSC menilai sikap Prabowo dalam forum global memperlihatkan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia dan solidaritas terhadap sesama negara Muslim.

Latar belakang keluarga terhormat, gaya komunikasi publik yang karismatik, serta kemampuannya menjangkau pemilih di kalangan pedesaan dan kelas pekerja turut disebut sebagai faktor penting dalam popularitasnya.

“Prabowo dinilai memiliki kemampuan berbicara di depan umum yang karismatik dan kemampuannya untuk terhubung dengan pemilih pedesaan dan kelas pekerja,” tulis RISSC dalam laporan tersebut.

Namun demikian, RISSC juga mencatat bahwa perjalanan karier Prabowo tak lepas dari kontroversi, terutama terkait masa dinas militernya di akhir 1990-an. Laporan tersebut menyinggung dugaan keterlibatan Prabowo dalam pelanggaran HAM di Timor Timur dan kasus penculikan aktivis pro-demokrasi pada masa akhir Orde Baru.

“Tuduhan-tuduhan ini menyebabkan ia diberhentikan dari militer pada tahun 1998 dan larangan sementara untuk memasuki Amerika Serikat. Prabowo secara konsisten membantah tuduhan-tuduhan ini,” tulis laporan itu.

Terlepas dari catatan masa lalunya, pengakuan RISSC terhadap Prabowo sebagai salah satu tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia menunjukkan posisi strategis Indonesia di mata dunia Islam serta meningkatnya pengaruh diplomatik negara di kawasan global.