JurnalPatroliNews – Jakarta – Unit layanan keuangan digital PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat lonjakan kinerja pada kuartal III/2025. Segmen GoTo Financial (GTF) menjadi motor utama yang mendorong Grup GoTo menorehkan laba sebelum pajak yang disesuaikan untuk pertama kalinya sejak perusahaan berdiri.
Dalam laporan kinerja yang dirujuk Redaksi pada Selasa, 4 November 2025, GTF membukukan pendapatan bersih senilai Rp1,54 triliun pada periode tersebut, meningkat 55 persen secara tahunan (yoy). Nilai transaksi bruto (GTV) inti juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 48 persen yoy, menyentuh angka Rp95,3 triliun.
Dari aspek profitabilitas, GTF mencatatkan perbaikan drastis dengan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp136 miliar, berbalik arah dari rugi Rp65 miliar pada kuartal yang sama tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, pendapatan bersih GTF selama sembilan bulan naik 71 persen menjadi Rp4,10 triliun. Dari sisi bisnis pinjaman, pendapatan meningkat pesat 118 persen menjadi Rp2,68 triliun, dengan EBITDA yang disesuaikan positif Rp271 miliar, berubah dari negatif Rp481 miliar pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan kinerja ini ditopang oleh penguatan transaksi di GoPay dan perluasan layanan pembiayaan konsumen. Pada September 2025, GoPay mencatat lebih dari 500 juta transaksi bulanan, tumbuh 54 persen yoy, dengan jumlah pengguna aktif bulanan mencapai 24 juta, naik 29 persen yoy.
Adapun layanan GoPay Pinjam dan GoPay Later membukukan penyaluran pembiayaan sebesar Rp7,6 triliun, naik 76 persen yoy, atau setara 95 persen dari target tahunan.
GoPay saat ini memfokuskan layanan pada dua kelompok utama pengguna. Segmen affluent mendorong peningkatan transaksi pada kategori perjalanan dan hiburan digital, sementara pasar mass market didukung layanan transfer bebas biaya serta fitur QRIS tanpa biaya di banyak merchant.
Kontribusi lini fintech ini membuat Grup GoTo mencatat laba sebelum pajak yang disesuaikan sebesar Rp62 miliar pada kuartal III/2025—tonggak positif pertama sejak perusahaan terbentuk. EBITDA Grup juga melonjak 239 persen yoy menjadi Rp516 miliar.
“Kinerja kuartal ketiga menunjukkan keberlanjutan langkah efisiensi dan tata kelola keuangan yang disiplin di keseluruhan lini usaha,” ujar Direktur Keuangan Grup GoTo, Simon Ho, pada 29 Oktober 2025.














