Pusdokkes Polri Ungkap Identitas Korban Kebakaran ACC, Keluarga Syok tapi Ikhlas

JurnalPatroliNews – Jakarta – Dua kerangka manusia yang ditemukan di Gedung ACC, Kwitang, Jakarta Pusat, akhirnya teridentifikasi sebagai Reno Syahputra Dewi dan Muhammad Farhan Hamid.

Kepastian itu diperoleh setelah Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) RS Polri Kramat Jati menyelesaikan proses tes DNA terhadap kedua jenazah tersebut.

Wakil Direktur Kriminal Umum (Wadirkrimum) Polda Metro Jaya AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan hasil penyelidikan menunjukkan bahwa Reno dan Farhan merupakan korban kebakaran di Gedung ACC Kwitang beberapa waktu lalu. “Kedua almarhum adalah korban dari kebakaran,” ujar Putu Kholis di RS Polri, Jumat (8/11/2025).

Pihak keluarga mengaku sempat terkejut menerima kabar hasil identifikasi tersebut. Aji (32), perwakilan keluarga Reno, mengatakan keluarganya langsung datang dari Surabaya ke Jakarta setelah diminta mengikuti tes DNA.

“Keluarga Reno semua berdomisili di Surabaya. Begitu dikabari, kami langsung ke Jakarta untuk tes DNA. Baru hari ini kami diberi tahu hasilnya. Ya, kaget, tetapi mau tidak mau harus diterima,” ujarnya.

Aji juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak kepolisian dan berbagai pihak yang telah membantu proses pencarian serta identifikasi korban. “Kami berterima kasih kepada teman-teman Kontras dan semua yang sudah memberi perhatian. Hasilnya pahit, tetapi kami tetap ikhlas,” katanya.

Sementara itu, sepupu Farhan, Adin (32), mengatakan pihak keluarga sempat kesulitan mendatangi lokasi penemuan kerangka karena masih dipasangi garis polisi. Meski begitu, mereka mempercayai hasil identifikasi yang disampaikan oleh pihak berwenang.

“Kami belum bisa ke TKP karena masih tertutup police line. Prosesnya cepat sekali, dari 30 Oktober 2025 sampai sekarang sudah dinyatakan. Kami masih berproses menerima semuanya,” ucapnya.

Adin menambahkan, keluarga kini tengah mempersiapkan pemakaman sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pihak kepolisian dan rumah sakit.

Kepala Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Polri (Karo Labdokes) Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti menegaskan hasil tes DNA telah memastikan identitas dua kerangka tersebut.

“Nomor postmortem 0080 cocok dengan antemortem 002 sehingga teridentifikasi sebagai Reno Syahputra Dewo, anak biologis dari Bapak Muhammad Yasin. Sementara itu, nomor postmortem 0081 cocok dengan antemortem 001, teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Hamid,” jelasnya.

Dengan hasil ini, keluarga kedua korban menyatakan menerima dan berharap proses hukum serta pemulihan pascakebakaran di Gedung ACC Kwitang dapat berjalan transparan, adil, dan tuntas.