JurnalPatroliNews – Jakarta – Laporan terbaru Global Firepower (GFP) 2025 memperlihatkan dinamika baru dalam peta kekuatan militer dunia. Indonesia mencatatkan kejutan signifikan dengan menempati peringkat ke-13, melampaui negara kuat seperti Israel, Jerman, dan Ukraina.
Dalam perkembangan global, teknologi pertahanan berkembang pesat melalui inovasi seperti kecerdasan buatan, senjata otonom, sistem perang siber, hingga teknologi pertahanan udara mutakhir.
Negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, dan China terus mempercepat modernisasi militernya, sementara sejumlah negara memilih untuk tidak memiliki angkatan bersenjata, seperti Islandia dan Kosta Rika.
Global Firepower 2025 menilai 145 negara menggunakan lebih dari 60 indikator, mulai dari jumlah pasukan, aset udara dan laut, anggaran pertahanan, kondisi geografi, hingga akses terhadap sumber daya alam. Kemampuan nuklir tidak dihitung dalam penilaian.
Berikut daftar 20 negara dengan kekuatan militer terkuat di dunia berdasarkan laporan tersebut:
- Amerika Serikat
AS kembali menduduki peringkat pertama dengan PowerIndex 0,0744. Negeri ini unggul dalam jumlah pesawat tempur, kapal selam, helikopter serang, hingga infrastruktur pendukung yang masif. Anggaran pertahanannya mencapai lebih dari US$ 873 miliar pada 2024. - Rusia
Rusia berada di peringkat kedua dengan PowerIndex 0,0788. Kekuatan utamanya terletak pada artileri, MLRS, serta cadangan gas alam terbesar di dunia. - China
China menempati peringkat ketiga. Dengan tenaga kerja besar dan peningkatan kekuatan laut, China terus memperluas kemampuan militernya. - India
Peringkat keempat ditempati India dengan PowerIndex 0,1184. India memiliki populasi dan jumlah personel aktif sangat besar. - Korea Selatan
Korea Selatan berada di peringkat kelima berkat wajib militer dan armada modern seperti kapal perusak dan kapal selam. - Inggris
Inggris menempati posisi keenam dengan kekuatan kapal induk, helikopter, dan anggaran pertahanan besar. - Prancis
Prancis berada di posisi ketujuh dengan keunggulan pada helikopter, kapal tanker, dan armada laut. - Jepang
Jepang di posisi kedelapan dengan armada kapal selam, kapal perusak, dan kemampuan teknologi tinggi. - Turki
Turki berada di peringkat kesembilan dengan keunggulan pada drone, artileri, dan kapal selam. - Italia
Italia melengkapi 10 besar melalui kekuatan kapal induk, pesawat serang, dan kapal perusak. - Brasil
Brasil berada di posisi ke-11 sebagai kekuatan regional terbesar di Amerika Selatan. - Pakistan
Pakistan di posisi ke-12 unggul dalam tank, artileri, pesawat serang, dan paramiliter. - Indonesia
Indonesia duduk di peringkat ke-13 dengan PowerIndex 0,2557. Kekuatan RI terletak pada populasi besar, tenaga kerja melimpah, produksi batu bara, serta armada kapal niaga. Namun Indonesia masih memiliki kekurangan pada armada kapal induk, kapal perusak, dan tingkat konsumsi energi. - Jerman
Jerman berada di posisi ke-14 meski unggul dalam produksi batu bara dan daya beli nasional. - Israel
Israel menempati posisi ke-15. Negara kecil ini terkenal dengan kecanggihan pesawat tempur dan teknologi militernya. - Iran
Iran memiliki cadangan minyak dan gas alam besar serta kekuatan MLRS. - Spanyol
Peringkat ke-17 diduduki Spanyol yang memiliki armada fregat dan kapal induk. - Australia
Australia di posisi ke-18 dengan anggaran pertahanan besar dan produksi batu bara tinggi. - Mesir
Mesir kuat dalam tank, helikopter serang, dan cadangan gas alam. - Ukraina
Ukraina berada di posisi ke-20, dengan kekuatan artileri dan anggaran pertahanan yang meningkat akibat situasi konflik.
Peringkat ini menunjukkan persaingan global yang semakin dinamis. Indonesia yang kini berada di posisi ke-13 memiliki potensi besar untuk terus memperkuat kapasitas pertahanan di kawasan Asia.














