JurnalPatroliNews – Jakarta – Jelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT KAI tidak hanya menyiapkan kereta tambahan dan ribuan tiket untuk para penumpang, tetapi juga memperketat pengawasan serta meningkatkan sosialisasi keselamatan di pintu perlintasan kereta api.
Salah satu langkah tersebut dilakukan PT KAI Daop 8 Surabaya di perlintasan Jalan Tambaksari Surabaya, Rabu (19/11/2025).
Pengawasan ketat ini mencakup pemasangan ratusan banner peringatan hingga penutupan 29 perlintasan sebidang liar yang dianggap membahayakan perjalanan kereta maupun pengguna jalan.
“Keselamatan di perlintasan sebidang bukan hanya tanggung jawab KAI, tetapi juga memerlukan kolaborasi dan kesadaran dari seluruh lapisan masyarakat.
Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa disiplin dan kewaspadaan saat melintas adalah kunci mencegah kecelakaan,” ujar Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif.
Selain itu, KAI Daop 8 juga meningkatkan sosialisasi keselamatan berlalu lintas di perlintasan kereta. Dengan membawa spanduk dan pengeras suara, petugas memberikan edukasi kepada pengendara yang melintas, terutama di perlintasan tanpa palang pintu atau tanpa penjagaan.
Upaya tersebut menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data Januari hingga Oktober 2025, kecelakaan di perlintasan sebidang wilayah Daop 8 Surabaya turun signifikan sebesar 19,2%. Tercatat 21 kasus pada 2025, turun dari 26 kasus pada 2024.
“KAI bersyukur tren kecelakaan menunjukkan penurunan. Namun kami tetap mengajak seluruh pihak untuk tidak lengah dan terus meningkatkan kewaspadaan. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” imbuh Luqman.
Luqman juga berharap masyarakat lebih berhati-hati saat melintasi jalur kereta, terutama menjelang libur Nataru ketika arus perjalanan kereta diprediksi semakin padat.
Harapannya, seluruh perjalanan dapat berjalan aman, lancar, dan selamat sampai tujuan.














