JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Provinsi Jakarta menggelontorkan anggaran sebesar Rp 232 miliar untuk menormalisasi Sungai Ciliwung sebagai upaya menekan kemacetan dan banjir. Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebut program ini menyasar dua kelurahan, yakni Cililitan di Jakarta Timur serta Pangadegan di Jakarta Selatan.
“Kelurahan Cililitan ini ada 37 bidang dengan anggaran Rp 111 miliar. Kemudian Kelurahan Pangadegan ada 54 bidang dengan estimasi anggaran sekitar Rp 121 miliar.
Dua kelurahan inilah yang akan kami lakukan untuk normalisasi Ciliwung,” ujar Pramono saat mengikuti kegiatan susur Sungai Ciliwung dalam rangka Hari Bakti ke-80 Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Cikoko, Jakarta Selatan, Jumat (21/11/2025).
Pramono menjelaskan bahwa proses normalisasi kini berada dalam tahap pembebasan lahan yang ditargetkan rampung pada awal 2026. Pembebasan lahan dilakukan oleh Pemprov Jakarta, sementara pembangunan tanggul dan infrastruktur pendukung ditangani oleh Kementerian PU. Melalui kerja sama tersebut, diharapkan kondisi Sungai Ciliwung dapat dinormalkan kembali.
Ia menambahkan, penataan Sungai Ciliwung juga termasuk dalam pengembangan kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD) Dukuh Atas.
Pembangunan TOD tersebut akan dimulai pada Januari 2026 dan diharapkan menciptakan ruang publik baru yang dapat dimanfaatkan warga untuk beraktivitas maupun bersantai di sekitar aliran sungai.
Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo mengingatkan pentingnya pembenahan di wilayah hulu Ciliwung dalam upaya mengatasi banjir Jakarta.
Menurutnya, rehabilitasi dan pengerukan tidak akan memberikan hasil optimal apabila kawasan hulu tidak diperbaiki.
“Kalau pun kita bisa merehabilitasi dan melakukan pengerukan, tetapi jika hulunya tidak dijaga, maka ketika hujan turun, sungai akan kembali dipenuhi lumpur. Jadi hulu itu wajib kita kerjakan bersama-sama,” ujarnya.
Selain normalisasi Ciliwung, Pemprov Jakarta juga berencana menormalisasi Kali Krukut sepanjang 1,3 kilometer dalam waktu dekat.
Sungai Ciliwung memiliki hulu di Bogor, Jawa Barat, dan membentang sekitar 120 kilometer hingga hilir di pantai utara Jakarta. Saat ini, kondisi Ciliwung mulai dangkal dan menyempit akibat bangunan padat di sepanjang bantaran. Ketika hujan deras atau terjadi peningkatan debit air kiriman dari Bogor, sungai kerap meluap dan menyebabkan banjir.
Sejak 2014, pemerintah telah menormalisasi Ciliwung sepanjang 33 kilometer, dan 16 kilometer di antaranya sudah selesai.
Sisanya sekitar 17 kilometer masih dalam proses pengerjaan dan pembebasan lahan. Program ini melintasi sejumlah kelurahan, mulai dari Manggarai, Bukit Duri, Kebon Manggis, Kampung Melayu, Kampung Pulo, Kebon Baru, Bidara Cina, Cikoko, Cawang, Pengadegan, hingga Cililitan dan Pasar Minggu.
Normalisasi merupakan bagian dari rencana induk pengendalian banjir Jakarta, baik dari hulu hingga hilir, dengan tujuan mengembalikan lebar Sungai Ciliwung ke ukuran normal 35 hingga 50 meter.














