JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menanggapi sindiran Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan bahwa Ukraina tidak berterima kasih atas dukungan Washington dalam upaya perdamaian Ukraina-Rusia.
Melalui akun X resminya pada Minggu (23/11/2025), Zelensky menyampaikan ucapan terima kasih kepada Trump. Ia menegaskan bahwa bantuan AS, khususnya berupa rudal Javelin, telah menyelamatkan banyak nyawa rakyat Ukraina.
Senjata anti-tank buatan Amerika tersebut menjadi salah satu perlengkapan utama yang digunakan pasukan Ukraina di garis depan.
“Ukraina berterima kasih kepada Amerika Serikat, kepada setiap warga Amerika, dan secara pribadi kepada Presiden Donald Trump atas bantuan yang dimulai dengan Javelin.
Itu telah menyelamatkan nyawa warga Ukraina,” ujar Zelensky, dikutip dari New York Post, Senin (24/11/2025).
Sebelumnya, Trump mengkritik Ukraina karena dianggap tidak menunjukkan rasa terima kasih atas upaya dan bantuan yang telah diberikan AS, terutama terkait proses perundingan damai Ukraina-Rusia.
Komentar itu muncul di tengah tekanan AS agar Ukraina menerima proposal perdamaian 28 poin yang diajukan Trump.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social, pada Minggu (23/11/2025), bertepatan saat pejabat tinggi AS dan Ukraina melakukan pertemuan di Jenewa, Swiss.
Meski menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan AS, Ukraina hingga kini belum menyetujui proposal damai yang diajukan Trump. Zelensky disebut masih ragu lantaran dalam salah satu poin utama.
Ukraina harus menyerahkan wilayah Donbas kepada Rusia serta menerima larangan bergabung dengan aliansi North Atlantic Treaty Organization (NATO). Dua poin ini dianggap sangat krusial dan berpotensi melemahkan posisi strategis Ukraina di masa depan.














