Begal Nyamar Jadi Penumpang, Ojol di Sukabumi Ditusuk dan Motor Raib

JurnalPatroliNews – Jakarta – Aksi pembegalan terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) terjadi di Jalan Pangleseran, Kampung Babakan, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (24/11/2025) dini hari. Korban bernama Hilman Abdul Halim (31) harus berduel melawan pelaku berinisial AMI (29) sekitar pukul 01.00 WIB.

Peristiwa ini berujung tragis bagi kedua pihak. Hilman mengalami lima luka tusukan senjata tajam, sementara pelaku begal juga terluka dan sama-sama dirawat di RSUD Al-Mulk Sukabumi. Keduanya bahkan tanpa sengaja kembali bertemu di ruang perawatan.

Aksi kejahatan tersebut bermula ketika AMI memesan jasa antar secara offline dari Salabintana menuju Pangleseran dengan tarif Rp 35.000.

Di tengah perjalanan, pelaku yang memiliki badan besar tiba-tiba meminta korban berbelok ke tempat sepi dengan alasan mencari mobil travel milik temannya. Hilman mulai curiga dan memutuskan memutar balik motornya.

Melihat gerak-gerik korban, pelaku langsung menjatuhkan Hilman ke pinggir jalan lalu mengeluarkan senjata tajam jenis kerambit. Hilman berusaha mempertahankan diri sehingga terjadi duel sengit di tengah kegelapan.

Dalam perkelahian tersebut, Hilman tersungkur bersimbah darah akibat beberapa tusukan. Pelaku kemudian membawa kabur motor milik korban dan melarikan diri.

Meski terluka parah, Hilman berusaha merangkak ke tengah jalan untuk mencari pertolongan hingga akhirnya dibantu pengemudi truk yang melintas.

Korban sempat dibawa ke klinik sebelum dirujuk ke RSUD Al-Mulk. Tidak lama setelah mendapat perawatan, Hilman terkejut saat melihat pelaku begal berada di ruang perawatan sebelahnya. Ia meyakini orang tersebut adalah pelaku karena mengenali ciri fisiknya.

KBO Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Sapri menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian dan keterangan saksi, terdapat indikasi kuat bahwa korban melakukan perlawanan saat diserang pelaku.

Polisi memastikan bahwa baik korban maupun pelaku sama-sama mengalami luka serius. Penyelidikan lebih lanjut dilakukan untuk mengungkap motif, kronologi detail, serta kondisi pelaku yang kini mendapatkan perawatan.