16 Daerah Terdampak, TNI Perkuat Penanganan Banjir dan Longsor di Aceh

JurnalPatroliNews – Jakarta – Dalam upaya tanggap darurat penanggulangan bencana di Aceh, Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Kodam Iskandar Muda mengerahkan ratusan prajurit dari Brigif Teritorial Pembangunan (TP) 90/Yudha Giri Dhanu (YGD) bersama Yonif TP 854/Dharma Kersaka untuk memberikan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak bencana di Desa Pameu, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (27/11/25).

Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo menginstruksikan seluruh satuan di jajaran Kodam IM untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Ia menyampaikan bahwa seluruh sumber daya TNI AD disiagakan secara optimal, mulai dari personel, perahu karet, alat evakuasi, alat berat, hingga Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) yang diterjunkan untuk menjangkau wilayah terdampak.

Selain melakukan evakuasi warga, Kodam IM juga menyiapkan posko kesehatan, dapur lapangan, serta mendukung distribusi bantuan logistik agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.

Mayjen Joko Hadi Susilo menegaskan bahwa penanganan cepat dan terukur adalah bentuk nyata komitmen TNI dalam memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat.

“TNI hadir untuk rakyat. Kami akan terus berada di garis depan membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanganan bencana. Semoga upaya ini dapat mempercepat pemulihan dan mengurangi risiko bagi warga,” ujarnya.

Komandan Brigif TP 90/YGD, Kolonel Inf Hulisda Melala, memimpin langsung operasi tanggap darurat di lapangan.

Ia menekankan bahwa pengerahan prajurit merupakan tugas negara untuk memastikan keselamatan masyarakat. “Setiap prajurit bekerja dengan penuh tanggung jawab, karena bencana seperti ini membutuhkan respons cepat, terukur, dan terkoordinasi,” kata Danbrig.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir dan tanah longsor di banyak titik. Sebanyak 16 kabupaten/kota terdampak, meliputi Pidie, Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Subulussalam, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, dan Aceh Selatan.

Kondisi tersebut mengakibatkan gangguan akses transportasi, kerusakan fasilitas umum, serta meningkatnya jumlah warga yang mengungsi.

Prajurit TNI di Aceh Tengah dan Pidie saat ini tetap dalam kondisi siaga penuh. Pemantauan di lapangan terus dilakukan guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dan bencana susulan.

Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan meminimalkan dampak lanjutan bagi warga terdampak.