Hutama Karya Merespons Penundaan Merger 7 BUMN Karya hingga 2026

JurnalPatroliNews – Jakarta – Penggabungan tujuh BUMN Karya yang semula ditargetkan rampung tahun 2025 dipastikan bergeser hingga 2026. Penundaan tersebut dipicu oleh masih kompleksnya persoalan finansial yang membayangi perusahaan-perusahaan konstruksi pelat merah tersebut.

Menanggapi proses yang berjalan lebih lambat dari rencana awal, PT Hutama Karya (Persero) menegaskan bahwa mereka tetap berada dalam posisi siap mengikuti setiap arahan otoritas terkait.

EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa pihaknya sepenuhnya tunduk pada langkah dan kebijakan yang digariskan oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia dan BP BUMN.

“Merger ini sedang berjalan dan kami hanya mengikuti langkah yang ditentukan Danantara dan BP BUMN,” ujar Mardiansyah dalam pernyataan resmi di Jakarta, Sabtu 29 November 2025.

Sementara menunggu instruksi lebih lanjut, Hutama Karya memusatkan perhatian pada pembenahan internal agar seluruh sistem perusahaan berada dalam keadaan siap bila proses merger kembali bergerak.

Mardiansyah menjelaskan bahwa perseroan kini tengah gencar menjalankan konsolidasi, baik di lingkungan internal maupun bersama BUMN Karya lain yang akan dilebur dalam satu entitas.

Fokus konsolidasi tersebut mencakup penataan fondasi keuangan, penyesuaian aspek legal, serta persiapan integrasi operasional antarperusahaan yang kelak bergabung.

“Seluruh tahapan dipimpin langsung oleh Danantara. Jadi yang dapat kami pastikan, progres masih berjalan, tetapi soal kapan selesai, kami menunggu arahan resmi dari BP BUMN dan Danantara,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, rencana merger besar yang melibatkan tujuh perusahaan yakni Hutama Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, Adhi Karya, PTPP, Brantas Abipraya, dan Nindya Karya dipastikan belum dapat terealisasi tahun ini. Target penyelesaian kini mundur ke Kuartal I 2026 karena persoalan keuangan yang belum sepenuhnya stabil.

COO Danantara, Dony Oskaria, mengakui kondisi finansial BUMN Karya saat ini masih dinilai rapuh sehingga proses integrasi tidak dapat dilakukan secara terburu-buru.

“Kami lanjutkan ke tahun depan, merger tak mungkin diselesaikan tahun ini,” ucap Dony.

Meski mengalami kemunduran jadwal, Danantara memastikan proses penggabungan tetap berjalan dan akan direalisasikan setelah seluruh prasyarat utama terpenuhi.