Drama Global! Netanyahu Maju Terus ke New York Meski Diancam Ditangkap Mamdani

JurnalPatroliNews – Jakarta – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa dirinya tidak gentar menghadapi ancaman penangkapan yang dilontarkan Wali Kota New York terpilih, Zohran Mamdani.

Netanyahu memastikan tetap akan terbang ke New York meskipun Mamdani berkomitmen menjalankan perintah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

“Ya, saya akan pergi ke New York,” ujar Netanyahu dalam wawancara daring pada Rabu (3/12/2025).

Ketika ditanya apakah dirinya bersedia berdialog dengan Mamdani, Netanyahu menjawab bahwa hal itu hanya mungkin terjadi jika sang wali kota mengubah sikapnya mengenai hak hidup negara Israel. “Itu bisa terjadi jika ia berubah pikiran dan mengatakan bahwa kami memiliki hak untuk hidup,” ucapnya.

Zohran Mamdani, yang akan mulai menjabat bulan depan, menjadi sorotan global setelah berjanji mengerahkan Kepolisian New York (NYPD) untuk menangkap pemimpin dunia yang berstatus buronan ICC, termasuk Netanyahu dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Mamdani dikenal vokal dalam isu Timur Tengah, mendukung hak rakyat Palestina, namun menolak definisi Israel sebagai negara Yahudi secara eksklusif.

Ketegangan politik ini kian meningkat setelah ICC menyatakan memiliki bukti kuat dugaan keterlibatan Netanyahu dalam kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Israel membantah keras tuduhan tersebut.

Meski demikian, sejumlah pakar menilai kemungkinan Mamdani benar-benar melakukan penangkapan hampir mustahil.

Beberapa faktor yang menjadi penghalang antara lain kekebalan diplomatik kepala negara, dukungan kuat pemerintahan Donald Trump terhadap Israel, serta status New York sebagai tuan rumah markas besar PBB, di mana AS wajib memberikan visa dan jaminan keamanan kepada delegasi resmi.

Netanyahu hampir setiap tahun menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York dan kota tersebut juga menjadi pusat populasi Yahudi terbesar di luar Israel. Kunjungannya dianggap memiliki nilai strategis penting, tidak hanya secara diplomatik, tetapi juga politis.