JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerima Hadiah Perdamaian FIFA perdana yang diberikan dalam acara pengundian Piala Dunia 2026 pada Jumat (5/12/2025).
Penghargaan yang belum pernah ada sebelumnya itu langsung menimbulkan sorotan karena diserahkan pada momen resmi sepak bola internasional yang biasanya berfokus pada agenda olahraga.
Presiden FIFA Gianni Infantino, yang menyerahkan langsung penghargaan tersebut, menyatakan Trump layak memperoleh pengakuan serupa Nobel Perdamaian atas perannya dalam menengahi gencatan senjata di Gaza.
Dalam acara itu, Trump tampil mengenakan medali yang disebut Infantino “indah,” sementara sertifikat yang diterima Trump memuji kontribusinya dalam mempromosikan perdamaian dan persatuan global.
Selain medali, Trump juga menerima trofi emas dengan ukiran namanya, menampilkan simbol tangan yang menopang dunia.
Infantino menyebut penghargaan tersebut pantas diberikan kepada Trump berdasarkan rekam jejak diplomasi internasionalnya yang ditampilkan dalam video khusus sebelum penyerahan berlangsung.
Dalam pidatonya, Trump mengucapkan terima kasih kepada keluarga, termasuk Melania Trump, serta memuji kerja sama dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, dua negara tuan rumah lain Piala Dunia 2026.
Trump menyebut penghargaan itu sebagai salah satu kehormatan terbesar sepanjang hidupnya dan mengeklaim bahwa dunia kini berada pada kondisi yang lebih aman.
Namun, langkah Infantino memunculkan kritik lantaran dianggap menjauhkan FIFA dari fokus utamanya, yakni olahraga sepak bola.
Hubungan dekat Infantino dengan Trump menjadi sorotan, mengingat Presiden FIFA itu beberapa kali hadir di Gedung Putih dan bahkan menghadiri pelantikan Trump. FIFA juga pernah membuka kantor sementara di Trump Tower, Manhattan.
Hingga kini, FIFA belum menjelaskan proses pemilihan pemenang Hadiah Perdamaian tersebut. Beberapa pejabat internal dikabarkan terkejut setelah rencana penghargaan pertama kali muncul melalui laporan media.
Sehari sebelum acara pengundian, Infantino terlihat menghadiri acara di Donald J Trump Institute of Peace yang baru berganti nama, tempat Trump memfasilitasi penandatanganan kesepakatan damai antara pemimpin Republik Demokratik Kongo dan Rwanda.
Penghargaan ini muncul di tengah upaya diplomasi pemerintahan Trump untuk mendorong penyelesaian perang di Ukraina.
meski juga disertai kritik terhadap kebijakannya, termasuk operasi militer terhadap kapal yang diduga mengangkut narkoba di Karibia serta retorika keras terkait imigrasi.
Pada tahun yang sama, Nobel Perdamaian diberikan kepada pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado, yang kemudian menyatakan sebagian kehormatan itu ia dedikasikan kepada Trump atas dukungan politiknya. Machado dijadwalkan menerima penghargaan Nobel di Oslo pada 10 Desember 2026.













