Polri Perkuat Posko dan Jaringan Komunikasi Darurat di Aceh, Sumut, dan Sumbar

JurnalPatroliNews – Jakarta – Sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih mengalami gangguan akses darat akibat kerusakan infrastruktur parah pascabencana. Di Aceh, jalur menuju Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah terputus total.

Situasi serupa juga terjadi di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah, Sumut, yang kini hanya bisa dijangkau dari wilayah Aceh.

Untuk mempercepat penanganan darurat, Polri mendirikan 105 posko tanggap bencana yang tersebar di tiga provinsi tersebut. “Ada 35 posko di Polda Aceh, 19 posko di Polda Sumut, dan 37 posko di Polda Sumbar,” ujar Juru Bicara Polri, Kombes Erdi A. Chaniago, Rabu, 10 Desember 2025.

Selain membangun posko, Polri juga mengirimkan 87 unit perangkat jaringan internet darurat agar komunikasi di lapangan tetap berjalan di lokasi-lokasi yang terdampak paling parah.

“Komunikasi yang lancar sangat menentukan efektivitas penanganan darurat. Karena itu, perangkat internet kami distribusikan ke polda dan polres yang memerlukan,” kata Kombes Erdi.

Di sisi lain, dukungan kemanusiaan juga terus ditingkatkan. Sebanyak 20 dapur lapangan beroperasi untuk menyediakan makanan siap saji bagi para pengungsi. Layanan kesehatan Polri sejauh ini telah menangani 17.986 pasien dengan keluhan umum, mulai dari demam, batuk, flu, gatal-gatal, hingga hipertensi.