JurnalPatroliNews – Sydney – Sedikitnya 12 orang tewas dan hampir 30 lainnya luka-luka dalam serangan teroris di Pantai Bondi, Sydney, Australia, Sabtu malam waktu setempat, 13 Desember 2025. Insiden berdarah itu terjadi saat berlangsung perayaan Hanukkah yang dihadiri ratusan warga.
Dua pria bersenjata dilaporkan melepaskan tembakan secara membabi buta ke arah kerumunan. Polisi menyebut serangan tersebut sebagai aksi teror terburuk di Australia sejak tragedi penembakan massal Port Arthur pada 1996.
Komisaris Polisi New South Wales, Mal Lanyon, mengatakan satu pelaku tewas di lokasi kejadian, sementara satu pelaku lainnya mengalami luka kritis dan kini berada dalam pengawasan ketat aparat keamanan.
“Salah satu pelaku tewas di tempat kejadian, sementara pelaku lainnya berada dalam kondisi kritis,” ujar Lanyon, seperti dikutip dari Reuters.
Polisi masih menyelidiki kemungkinan keterlibatan pelaku ketiga. Selain itu, aparat menemukan sejumlah benda mencurigakan di sekitar lokasi yang diduga merupakan bom rakitan.
Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales, Chris Minns, menyatakan serangan tersebut secara khusus menargetkan komunitas Yahudi Sydney dan dilakukan bertepatan dengan hari pertama perayaan Hanukkah.
“Serangan ini dirancang untuk menargetkan komunitas Yahudi Sydney pada hari pertama Hanukkah,” kata Minns kepada wartawan.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengecam keras aksi teror tersebut. Ia menyebut serangan ini sebagai kejahatan yang tidak dapat diterima dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
“Kejahatan yang dilepaskan malam ini sungguh di luar nalar. Ini adalah serangan terhadap warga Yahudi Australia pada hari yang seharusnya menjadi momen penuh sukacita,” ujar Albanese usai menggelar rapat darurat Dewan Keamanan Nasional.
Saksi mata menggambarkan situasi mencekam di kawasan wisata yang biasanya ramai pengunjung. Banyak orang berlarian menyelamatkan diri, meninggalkan barang-barang pribadi di pasir pantai.
“Kami panik dan langsung berlari. Saya mendengar sekitar 40 sampai 50 kali suara tembakan,” kata Marcos Carvalho, warga Bondi Junction.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga berhamburan di tengah suara tembakan dan sirene polisi yang memekakkan telinga.
Dewan Eksekutif Yahudi Australia menyebut insiden ini sebagai tragedi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ketua dewan tersebut, Alex Ryvchin, mengatakan komunitas Yahudi tengah berkumpul untuk merayakan momen keagamaan ketika serangan terjadi.
“Jika benar komunitas kami menjadi target, maka skala serangan ini sungguh mengerikan,” ujar Ryvchin, seraya menambahkan bahwa penasihat medianya turut menjadi korban luka.














