Tawaran Paramount Ditolak, Netflix Unggul dalam Perebutan Warner Bros

JurnalPatroliNews – Jakarta – Upaya Paramount untuk mengakuisisi Warner Bros Discovery (WBD) kembali menemui jalan buntu. Dewan direksi WBD secara resmi menolak proposal pengambilalihan senilai US$108,4 miliar yang diajukan Paramount Skydance, dan menegaskan tetap memilih kesepakatan dengan Netflix.

Dalam surat terbuka kepada para pemegang saham, jajaran direksi Warner Bros menyatakan bahwa Paramount berulang kali menggambarkan tawaran tunai sebesar US$30 per saham seolah-olah telah sepenuhnya dijamin oleh keluarga Ellison. Namun, pihak WBD menegaskan bahwa jaminan pendanaan tersebut tidak pernah ada sejak awal, sehingga dinilai berpotensi menimbulkan risiko serius bagi investor.

“Jaminan tersebut tidak ada, dan sejak awal memang tidak pernah ada,” tulis dewan Warner Bros dalam pernyataan resminya, seperti dikutip Reuters, Kamis, 18 Desember 2025.

Paramount dan Netflix diketahui terlibat persaingan ketat untuk menguasai Warner Bros, termasuk aset strategis seperti studio film dan televisi, platform streaming HBO Max, serta waralaba besar seperti Harry Potter. Setelah Warner Bros lebih dulu menerima proposal dari Netflix, Paramount kemudian meluncurkan tawaran agresif untuk menyalip pesaingnya.

Meski demikian, dewan Warner Bros menilai proposal Netflix jauh lebih meyakinkan. Tawaran Netflix senilai US$27,75 per saham, yang dikemas dalam kombinasi tunai dan saham, bersifat mengikat, tidak bergantung pada pembiayaan ekuitas tambahan, serta ditopang komitmen pendanaan utang yang kuat. Sebaliknya, proposal Paramount dinilai masih memiliki ruang untuk diubah atau bahkan dibatalkan sebelum transaksi final.

Menanggapi penilaian tersebut, Paramount menyampaikan bantahan. CEO Paramount, David Ellison, menegaskan bahwa perusahaannya justru menawarkan nilai yang lebih tinggi dan kepastian transaksi yang lebih kuat bagi pemegang saham Warner Bros Discovery. Ia menilai skema pembayaran tunai penuh lebih aman dibandingkan kesepakatan berbasis saham.

Namun, keraguan dewan Warner Bros terhadap kondisi keuangan Paramount tetap mengemuka. Tingginya beban utang serta peringkat kredit Paramount yang hanya sedikit di atas kategori junk menjadi sorotan utama. Selain itu, target sinergi senilai US$9 miliar yang dijanjikan Paramount dianggap terlalu ambisius dan berisiko memicu gelombang pemutusan hubungan kerja baru di industri hiburan.

Respons pasar mencerminkan keputusan tersebut. Saham Warner Bros terkoreksi 1,2 persen, saham Netflix melonjak 2,5 persen, sementara saham Paramount terperosok 4,8 persen. Untuk sementara, dewan Warner Bros menegaskan bahwa kesepakatan dengan Netflix masih menjadi opsi paling menguntungkan bagi para pemegang saham.