JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah mengambil langkah antisipatif menjelang pergantian tahun 2026 dengan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman cuaca ekstrem. Presiden Prabowo Subianto mengarahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menambah sekaligus memperkuat sarana pendukung operasi modifikasi cuaca sebagai bagian dari upaya pencegahan bencana.
Arahan tersebut disampaikan melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang menjelaskan bahwa Presiden secara khusus meminta peningkatan kapasitas peralatan agar pelaksanaan modifikasi cuaca dapat dilakukan secara lebih optimal.
Menurut Prasetyo, selain penguatan perangkat teknis, Presiden juga menekankan pentingnya penyusunan rencana operasi yang matang dan dipersiapkan jauh hari. Perencanaan yang komprehensif dinilai menjadi kunci agar intervensi cuaca dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Ia menjelaskan bahwa memasuki periode Desember hingga Januari, sejumlah wilayah di Indonesia umumnya mengalami lonjakan curah hujan. Situasi ini kerap memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, terutama di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Untuk itu, pemerintah meminta BMKG terus menjalankan langkah-langkah mitigasi secara berkelanjutan dengan memperkuat koordinasi lintas sektor. Pemerintah daerah juga diminta aktif terlibat melalui sinergi dengan Kementerian Dalam Negeri, khususnya dalam menyiapkan langkah pencegahan di wilayah rawan.
Prasetyo menegaskan bahwa kolaborasi yang intens antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting agar upaya antisipasi dapat dilakukan lebih cepat dan risiko bencana dapat ditekan semaksimal mungkin.












