Tahun 2026 Disambut Pesta Besar, PM Starmer Optimistis Inggris Keluar dari Tekanan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pergantian tahun menuju 2026 dirayakan secara semarak di berbagai penjuru Inggris Raya. London menjadi salah satu pusat keramaian, dengan sekitar 100 ribu warga dan wisatawan memadati kawasan Sungai Thames untuk menikmati pertunjukan kembang api megah di sekitar ikon London Eye.

Saat lonceng Big Ben berdentang menandai awal tahun baru, pesta cahaya dimulai dari tongkang yang bersandar di sungai, menciptakan panorama gemerlap di langit ibu kota. Usai dentangan terakhir, pertunjukan musik mengalun, menggabungkan lagu-lagu populer sepanjang 2025 dengan tayangan kilas balik peristiwa penting yang mewarnai perjalanan Inggris setahun terakhir.

Suasana tak kalah meriah terlihat di Skotlandia. Di Edinburgh, puluhan ribu orang tumpah ruah ke jalanan untuk merayakan kembalinya festival Hogmanay. Princes Street dipenuhi pengunjung yang menyaksikan pesta kembang api berlatar Kastil Edinburgh, setelah tahun sebelumnya acara serupa dibatalkan karena cuaca ekstrem.

Euforia tahun baru juga terasa di sejumlah kota lain, seperti Cardiff, Newcastle, dan wilayah-wilayah lain di Inggris. Negeri tersebut bergabung dengan banyak negara di dunia yang menyambut 2026 lewat beragam perayaan, mulai dari pertunjukan cahaya, tabuhan musik, hingga dentingan lonceng di bangunan-bangunan bersejarah.

Di sisi lain, Perdana Menteri Keir Starmer menyampaikan pesan Tahun Baru dengan nada optimistis. Ia berkomitmen membawa Inggris keluar dari krisis dan perpecahan yang, menurutnya, ditinggalkan oleh pemerintahan sebelumnya.

“Kondisi negara ini memang sempat berada dalam masa sulit,” ujar Starmer dalam pernyataannya yang dikutip dari BBC, Kamis, 1 Januari 2026.

Namun, ia meyakinkan publik bahwa tanda-tanda pemulihan akan segera dirasakan, termasuk penurunan biaya hidup, peningkatan kehadiran aparat kepolisian di ruang publik, serta pembangunan fasilitas layanan kesehatan baru di berbagai daerah.