Penjelasan KAI Commuter Soal Gas Air Mata di Stasiun Manggarai: Operasional Tetap Normal

JurnalPatroliNews – Jakarta – Insiden tawuran antarwarga yang pecah di kawasan Underpass Barat Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat sore, 2 Januari 2026, berdampak hingga ke dalam area Stasiun Manggarai.

Paparan gas air mata yang ditembakkan petugas untuk membubarkan massa terbawa angin masuk ke area peron, menyebabkan sejumlah penumpang Commuter Line mengalami perih di mata dan gangguan pernapasan.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan suasana di dekat rel kereta di mana para penumpang tampak sibuk membasuh muka dan menggosok mata menggunakan air mineral.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Pihak stasiun segera mengarahkan penumpang yang terdampak langsung ke pos kesehatan stasiun untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Meskipun sempat terjadi kepanikan di area peron, KAI Commuter memastikan bahwa operasional perjalanan KRL tidak terganggu.

Kereta tetap melintas dan melayani penumpang sesuai jadwal, baik untuk rute Bogor-Jakarta Kota maupun rute Bekasi/Cikarang. Petugas keamanan stasiun juga dikerahkan lebih banyak di titik-titik pintu keluar guna memastikan massa tawuran tidak merangsek masuk ke area fasilitas publik.

Hingga Jumat malam, personel dari KAI Commuter bersama petugas Polsek Tebet masih disiagakan di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi terjadinya bentrokan susulan.

Pihak manajemen mengimbau seluruh pengguna jasa untuk tetap tenang, tidak panik, dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

Penumpang yang hendak menuju atau meninggalkan Stasiun Manggarai diminta untuk tetap waspada saat melintasi area Underpass Barat.

Keamanan dan keselamatan pengguna jasa tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika situasi keamanan di lingkungan sekitar stasiun yang rawan konflik sosial tersebut.