Update Cuaca Ekstrem: Siklon Iggy Punah, Dukungan Atmosferik Dilaporkan Menurun

JurnalPatroliNews – Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa Siklon Tropis Iggy yang sempat terbentuk di Samudera Hindia selatan DI Yogyakarta kini telah dinyatakan punah.

Sistem badai yang terpantau sejak 1 Januari 2026 tersebut mengalami pelemahan signifikan dan berubah status menjadi sistem tekanan rendah atau low.

Berdasarkan pemantauan terakhir pada Jumat, 2 Januari 2026, Siklon Iggy sempat mencatatkan kecepatan angin maksimum hingga 40 knot atau sekitar 75 km/jam dengan tekanan minimum 996 hPa.

Namun, BMKG menjelaskan bahwa pelemahan ini terjadi akibat berkurangnya dukungan parameter atmosferik yang diperlukan untuk menjaga intensitas badai. Saat ini, tidak ditemukan indikasi bahwa sistem tersebut akan berkembang kembali menjadi siklon tropis.

Siklon Iggy sendiri bermula dari Bibit Siklon Tropis 90S yang semula berada di wilayah pantauan BMKG. Setelah menguat dan masuk ke wilayah pemantauan Australia, Badan Meteorologi Australia (BoM) memberikan nama resmi Iggy.

Meskipun pusat badai berada di samudera, keberadaannya sempat memberikan dampak tidak langsung berupa hujan dengan intensitas lebat di sejumlah provinsi di Pulau Jawa.

Selain curah hujan yang meningkat, kemunculan Iggy juga sempat memicu peringatan gelombang tinggi di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa.

Dengan dinyatakan punahnya siklon ini, risiko cuaca ekstrem yang diakibatkan oleh pengaruh langsung sistem Iggy diprediksi akan mulai mereda.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap dinamika cuaca lokal yang masih berpotensi terjadi di awal tahun ini.

BMKG berkomitmen untuk terus memantau pergerakan bibit siklon lain atau gangguan atmosfer yang mungkin muncul di wilayah perairan Indonesia guna memberikan informasi peringatan dini yang akurat bagi masyarakat dan pelaku sektor transportasi laut.