JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memutuskan membuka pintu bagi seluruh bentuk bantuan dari berbagai pihak untuk penanganan bencana banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatera. Kebijakan ini menandai perubahan sikap pemerintah yang sebelumnya sempat menuai perhatian publik karena menolak bantuan dari luar negeri.
Keputusan tersebut diambil untuk meluruskan persepsi bahwa Indonesia bersikap tertutup dalam penanganan bencana. Prabowo menegaskan, negara tidak pernah menutup diri terhadap bantuan kemanusiaan, selama diberikan dengan niat tulus dan mengikuti mekanisme yang jelas.
Menurut Prabowo, semangat tolong-menolong merupakan nilai universal, terlebih dalam situasi darurat akibat bencana alam. Pemerintah, kata dia, tetap terbuka terhadap dukungan dari pihak mana pun yang ingin membantu proses pemulihan di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ia mengungkapkan telah menerima laporan langsung dari gubernur setempat dan akan membahas lebih lanjut bersama jajaran terkait mengenai tata kelola bantuan. “Kalau ada yang dengan ikhlas ingin membantu, sebagai sesama manusia tentu tidak pantas kita menolak. Tapi semuanya harus jelas,” ujar Prabowo usai meninjau hunian sementara korban bencana di Aceh Tamiang saat pergantian tahun, Sabtu, 3 Januari 2026.
Presiden juga menekankan pentingnya keikhlasan dalam setiap bentuk bantuan. Ia mengingatkan adanya pengalaman di masa lalu, ketika bantuan yang diklaim sebagai solidaritas kemanusiaan ternyata disertai kepentingan tertentu di kemudian hari.
“Kita bukan menolak bantuan. Yang kita jaga adalah prosedur dan niatnya. Jangan sampai bantuan datang, tetapi ujung-ujungnya ada tuntutan,” katanya.
Prabowo meminta setiap pihak yang ingin memberikan bantuan agar menyampaikan niatnya secara resmi kepada pemerintah. Selanjutnya, bantuan tersebut akan dikoordinasikan oleh pemerintah pusat untuk memastikan penyalurannya tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan administratif.
“Silakan siapa pun yang mau membantu. Sampaikan secara resmi, nanti pemerintah pusat yang mengatur dan menyalurkannya,” tegasnya.
Selain itu, Presiden membuka kemungkinan bagi para gubernur di tiga provinsi terdampak untuk membentuk rekening khusus penampungan donasi. Skema ini diharapkan memudahkan masyarakat maupun sektor swasta dalam menyalurkan bantuan secara langsung.
“Bisa saja masing-masing provinsi membuka rekening bantuan pascabencana. Dari dalam negeri yang ingin menyumbang, silakan,” ujarnya.
Prabowo berharap mekanisme yang jelas dan terbuka ini dapat mempercepat pemulihan wilayah terdampak serta mengurangi beban masyarakat yang terdampak bencana.
“Yang terpenting adalah kita bergerak cepat dan bekerja sungguh-sungguh untuk meringankan penderitaan rakyat, di mana pun mereka berada. Itu tujuan utama kita,” tutup Prabowo.














