JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pasukan militer AS telah melancarkan operasi militer berskala luas di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Klaim tersebut disampaikan Trump menyusul laporan ledakan hebat yang mengguncang ibu kota Caracas.
Mengacu pada laporan Al Jazeera, Sabtu, 3 Januari 2025, Trump mengumumkan hal itu melalui unggahan di platform Truth Social pada Sabtu pagi waktu setempat. Ia menyebut operasi tersebut melibatkan aparat penegak hukum Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya, Trump juga mengklaim istri Maduro, Cilia Flores, turut diamankan. Keduanya disebut telah diterbangkan keluar dari Venezuela, meskipun tidak ada keterangan resmi mengenai lokasi tujuan maupun pihak yang menahan mereka.
“Operasi ini dilaksanakan bersama aparat penegak hukum Amerika Serikat,” tulis Trump singkat.
Sebelumnya, pemerintah Venezuela telah menetapkan status darurat nasional setelah melaporkan adanya serangan yang mereka sebut sebagai tindakan agresi militer dari Amerika Serikat. Sejumlah wilayah dilaporkan terdampak, termasuk Caracas serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira.
Menanggapi klaim penangkapan tersebut, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez menantang Washington untuk menunjukkan bukti konkret. Dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan televisi nasional, Rodríguez menegaskan bahwa dirinya mengetahui secara pasti keberadaan Presiden Maduro dan istrinya.
Di Caracas, warga melaporkan dentuman keras disertai kepulan asap di berbagai titik pada Sabtu pagi. Rekaman yang diperoleh Al Jazeera memperlihatkan semburan api dan asap tebal membumbung dari sebuah bangunan di kawasan dekat perairan ibu kota.
Reporter Al Jazeera Lucia Newman, yang melaporkan dari Santiago, Cile, menyebut ledakan terjadi di sekitar Benteng Tiuna, markas militer utama Venezuela. Ia mengatakan serangkaian ledakan terdengar di area tersebut, diikuti dengan pemadaman listrik di sejumlah wilayah.
Sementara itu, jurnalis Caracas Sissi De Flavis menggambarkan suasana mencekam pascaserangan. Ia menyebut langit sempat diterangi cahaya oranye akibat ledakan, dan suara pesawat masih terdengar melintas di udara meski dentuman telah mereda.
Associated Press melaporkan sedikitnya tujuh ledakan terjadi di Caracas, disertai aktivitas pesawat yang terbang rendah. Foto-foto yang dirilis kantor berita itu menunjukkan asap tebal membubung di sekitar area bandara La Carlota.
Hubungan Amerika Serikat dan Venezuela memang terus memanas dalam beberapa pekan terakhir. Trump sebelumnya melontarkan ancaman akan menyerang target yang dikaitkan dengan perdagangan narkoba dan menuding Maduro sebagai pemimpin jaringan “narkoteroris”, tanpa menyertakan bukti.
Di sisi lain, Maduro berulang kali menuduh Washington berupaya menjatuhkan pemerintahannya dan menguasai cadangan minyak Venezuela melalui tekanan ekonomi, sanksi, serta ancaman militer. Ia menilai kebijakan pemerintahan Trump mencerminkan upaya AS memaksakan kehendak lewat intimidasi dan penggunaan kekuatan.














