Bulog Pastikan Pasokan Beras Sumatera Tetap Terkendali Meski Puluhan Ribu Hektare Sawah Terdampak Banjir

JurnalPatroliNews – Jakarta – Perum Bulog menegaskan bahwa ketersediaan beras di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih dalam kondisi aman, meskipun banjir besar merendam sekitar 70 ribu hektare lahan persawahan di ketiga provinsi tersebut.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan keyakinannya bahwa aktivitas pertanian di daerah terdampak dapat segera pulih. Ia optimistis upaya pemulihan yang tengah disiapkan Kementerian Pertanian akan mempercepat normalisasi produksi padi.

“Dengan luasan terdampak yang mencapai sekitar 70.000 hektare, tentu ada implikasi terhadap hasil panen dan serapan beras di tingkat daerah. Namun kami berharap proses pemulihan berjalan cepat karena program dari Menteri Pertanian segera dijalankan. Perkiraan kami, dalam dua hingga tiga bulan ke depan lahan sudah bisa kembali dimanfaatkan,” ujar Rizal dalam jumpa pers di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Jumat, 2 Januari 2025.

Sebagai langkah antisipasi selama masa pemulihan, Bulog memperbesar penyaluran bantuan beras ke wilayah terdampak hingga tiga kali lipat. Kebijakan ini ditempuh untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga dan tidak terjadi kelangkaan.

Hingga saat ini, Bulog telah menyalurkan total 14.227 ton beras bantuan bencana. Rinciannya, sebanyak 8.676 ton dialokasikan ke Aceh, 4.482 ton ke Sumatera Utara, dan 1.069 ton ke Sumatera Barat.

Rizal mencontohkan penambahan stok di tingkat daerah, seperti di Kabupaten Bener Meriah. “Awalnya daerah tersebut mengajukan tambahan 1.000 ton, namun kami tingkatkan menjadi 3.000 ton agar ketersediaan di kabupaten dan kota tetap terjaga,” jelasnya.

Selain distribusi bantuan, Bulog juga memastikan kesiapan cadangan beras di gudang-gudang regional. Stok yang disiagakan di Aceh mencapai 75.937 ton, sementara di Sumatera Utara tersedia 25.781 ton dan di Sumatera Barat sebanyak 8.527 ton.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian melaporkan banjir di sejumlah wilayah Sumatera telah menggenangi sekitar 70 ribu hektare sawah, yang berpotensi menekan produksi pangan dalam jangka pendek. Namun pemerintah memastikan langkah-langkah mitigasi terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan nasional.