JurnalPatroliNews – Jakarta – Indonesia mencatatkan capaian bersejarah di sektor pangan setelah berhasil membukukan produksi beras tertinggi sepanjang masa. Prestasi ini diraih pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkokoh ketahanan serta kemandirian pangan nasional, sekaligus membuka ruang peningkatan kesejahteraan petani.
Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, menilai keberhasilan tersebut merupakan buah dari sinergi berbagai pihak yang didorong oleh komitmen kuat Presiden Prabowo terhadap sektor pertanian. Hal itu disampaikannya melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.
Meski demikian, Nasky mengingatkan bahwa capaian swasembada tidak boleh dimaknai semata-mata sebagai keberhasilan angka produksi. Negara, menurutnya, tetap memikul tanggung jawab besar untuk memastikan para petani benar-benar merasakan manfaat ekonomi dari keberhasilan tersebut.
Ia menegaskan, swasembada beras mencerminkan keberpihakan nyata pemerintah terhadap petani serta upaya memperkuat fondasi pangan nasional. Kebijakan yang dijalankan dinilai tidak berhenti pada wacana, melainkan terejawantahkan dalam langkah konkret di lapangan.
Lebih jauh, keberhasilan ini juga membuka peluang pembenahan menyeluruh sektor pertanian, mulai dari penguatan jaringan irigasi, penataan distribusi pupuk, hingga percepatan adopsi teknologi pertanian modern.
Nasky menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa ukuran keberhasilan ketahanan pangan sejati bukan hanya pada terpenuhinya kebutuhan nasional, tetapi juga pada meningkatnya kesejahteraan petani. “Swasembada tidak akan bermakna apabila petani tetap hidup dalam kesulitan,” ujarnya.














