JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan perhatian yang mendalam terhadap keberlangsungan program Sekolah Rakyat. Berbagai momen menyentuh yang terekam dalam interaksinya dengan para siswa menegaskan tekad kuat Kepala Negara untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Salah satu momen berkesan terjadi saat Presiden meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan. Secara spontan, Presiden menuliskan pesan motivasi di buku catatan milik seorang siswa bernama Juniar Diah Afifah di asrama.
Pesan tersebut berisi ajakan untuk belajar dengan baik, menghormati orang tua dan guru, serta mencintai tanah air. Juniar mengaku sangat terkejut sekaligus bangga mendapatkan pesan pribadi langsung dari Presiden.
Kedekatan Presiden dengan para siswa juga terlihat saat ia membaca surat dari Erni Andayani, siswi Sekolah Rakyat di Cibinong. Dalam suratnya, Erni mencurahkan rasa syukur atas fasilitas sekolah yang lengkap dan makanan bergizi yang kini ia terima.
Ia merasa masa depannya kini lebih terjamin dibandingkan sebelumnya. Hal serupa juga datang dari Muhammad Daffa Rasyid, siswa di Bandung Barat, yang mengirimkan ucapan ulang tahun serta harapan agar Presiden sudi mengunjungi sekolahnya.
Selain kedekatan emosional, Presiden Prabowo seringkali memaparkan kondisi nyata anak-anak Indonesia, seperti kisah Naila yang keluarganya hidup dengan penghasilan di bawah satu juta rupiah namun tetap memiliki semangat belajar.
Presiden menegaskan bahwa perjuangannya saat ini adalah untuk mengubah nasib anak-anak seperti Naila di seluruh Indonesia melalui intervensi pendidikan dan ekonomi yang nyata.
Apresiasi Presiden juga menyasar para tenaga pendidik. Di hadapan ribuan guru dan kepala sekolah, Presiden memberikan hormat secara formal sebagai bentuk kebanggaan atas dedikasi mereka dalam membangun karakter anak bangsa.
Sekolah Rakyat sendiri merupakan gagasan strategis yang hingga tahun 2025 telah menjangkau belasan ribu siswa di 166 titik rintisan di seluruh Indonesia. Program ini mengintegrasikan pendidikan dengan layanan kesehatan gratis dan makan bergizi untuk memastikan pertumbuhan siswa yang optimal.
Rencananya, Presiden Prabowo didampingi jajaran Menteri Kabinet Merah Putih akan meresmikan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin, 12 Januari 2026.
Acara ini juga akan menjadi panggung bagi para siswa untuk menunjukkan berbagai kompetensi mereka, mulai dari kemampuan bahasa asing hingga atraksi seni, sebagai bukti keberhasilan pendidikan karakter di Sekolah Rakyat.











