Serikat Guru AS Hentikan Aktivitas di X, Soroti Bahaya Konten AI terhadap Anak

JurnalPatroliNews – Jakarta – American Federation of Teachers (AFT), organisasi buruh pendidik terbesar di Amerika Serikat, memutuskan untuk menghentikan seluruh aktivitasnya di platform media sosial X yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

Langkah ini diambil sebagai bentuk sikap tegas terhadap meningkatnya peredaran konten bermuatan seksual yang melibatkan anak-anak dan dihasilkan melalui teknologi kecerdasan buatan di platform tersebut.

Presiden AFT, Randi Weingarten, menilai media sosial milik Elon Musk itu tidak lagi menyediakan ruang yang aman bagi tenaga pendidik maupun peserta didik. Ia menyebut kondisi ekosistem digital X semakin mengkhawatirkan, khususnya terkait perlindungan anak.

Salah satu sorotan utama AFT adalah penggunaan chatbot berbasis AI milik X, Grok, yang dinilai dapat disalahgunakan untuk menciptakan gambar hiper-realistis anak di bawah umur dalam situasi tidak pantas. Menurut Weingarten, fitur tersebut beroperasi tanpa sistem pengamanan yang memadai untuk mencegah penyalahgunaan serius.

Selain itu, AFT menyebut kemerosotan kualitas moderasi di X telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir, ditandai dengan meningkatnya ujaran kebencian, perundungan, dan ekstremisme. Namun, maraknya konten visual berbasis AI yang merendahkan martabat perempuan dan anak-anak menjadi faktor penentu yang mendorong organisasi tersebut mengambil keputusan keluar dari platform.

AFT menilai persoalan keselamatan anak di ruang digital tidak dapat ditawar. Dalam pandangan organisasi ini, X kini telah berubah menjadi ruang yang berisiko dan tidak pantas dijadikan sarana komunikasi resmi.

“Mulai besok, kami tidak akan lagi menggunakan Twitter atau X. Kehadiran generator gambar AI Grok tanpa perlindungan yang memadai menjadi batas akhir bagi kami,” ujar Weingarten dalam pernyataannya.

Sebagai organisasi yang menaungi sekitar 1,8 juta pekerja sektor pendidikan, keputusan AFT dinilai memberi dampak besar terhadap citra dan kepercayaan platform X, khususnya di kalangan dunia pendidikan. Meski X dilaporkan telah melakukan sejumlah penyesuaian agar hasil gambar AI tidak mudah muncul di linimasa publik, AFT menilai langkah tersebut belum menyentuh akar persoalan karena potensi penyalahgunaan teknologi tetap terbuka.

Hingga berita ini diturunkan, pihak X belum menyampaikan pernyataan resmi menanggapi keputusan pemutusan penggunaan platform oleh salah satu serikat pekerja terbesar di Amerika Serikat tersebut.