Operasi Modifikasi Cuaca Dinilai Strategis untuk Redam Ancaman Bencana di Jakarta

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai telah mengambil langkah yang tepat dengan menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna menghadapi cuaca ekstrem yang belakangan melanda Ibu Kota. Kebijakan tersebut dianggap sebagai upaya paling realistis untuk menekan potensi bencana, terutama banjir.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Manuara Siahaan, menyampaikan bahwa data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan kondisi atmosfer saat ini berada di luar ambang normal, mulai dari tingkat kelembapan, intensitas hujan, hingga kecepatan angin. Situasi tersebut, menurutnya, menuntut adanya intervensi berbasis teknologi.

“Dalam kondisi seperti ini, modifikasi cuaca menjadi solusi yang paling memungkinkan. Alam memang tidak bisa dikendalikan, tetapi manusia diberi kemampuan untuk mengelola risikonya agar dampak buruk dapat ditekan, apalagi bagi Jakarta yang sangat rentan,” ujar Manuara, Senin, 19 Januari 2026.

Meski mendukung penuh, ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang. Pelaksanaan OMC, kata dia, harus mengacu pada kajian ilmiah dan dilakukan pada waktu yang benar-benar tepat agar hasilnya optimal dan tidak menimbulkan pemborosan anggaran.

Manuara meminta BPBD DKI Jakarta memastikan analisis pola hujan, tren cuaca, serta kurva curah hujan telah dilakukan secara komprehensif sebelum menentukan jadwal pelaksanaan. Menurutnya, keputusan tersebut harus berlandaskan pertimbangan teknis yang kuat, mengingat biaya operasi modifikasi cuaca tergolong besar.

Ia juga menilai kondisi cuaca sejak akhir Desember hingga awal Januari sudah menunjukkan sinyal kuat perlunya tindakan mitigasi melalui OMC sebagai langkah antisipasi dini.

Lebih jauh, Manuara mengapresiasi sinergi Pemprov DKI dengan TNI Angkatan Udara dalam menjalankan program tersebut. Kolaborasi ini dinilai mencerminkan semangat efisiensi, efektivitas, serta tanggung jawab bersama antarinstansi.

“Pemanfaatan teknologi, data radar hidrometeorologi, dan informasi BMKG akan meningkatkan ketepatan sasaran penyemaian awan. Keterlibatan TNI AU adalah keputusan yang sangat tepat,” pungkasnya.