JurnalPatroliNews – Jakarta – Kerajaan Maroko menyatakan kesediaannya bergabung sebagai anggota pendiri Peace Board Gaza atau Dewan Perdamaian Gaza atas undangan langsung Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kesediaan tersebut ditegaskan setelah Raja Mohammed VI menerima tawaran tersebut secara resmi.
Informasi itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Maroko melalui pernyataan tertulis yang dirilis pada Selasa, 20 Januari 2026. Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa Raja Mohammed VI memandang inisiatif Presiden Trump sebagai langkah penting dalam mendorong terciptanya perdamaian.
“Yang Mulia Raja menyambut positif visi dan komitmen Presiden Donald Trump dalam memajukan agenda perdamaian, dan karena itu menerima undangan untuk bergabung,” demikian keterangan resmi Kemlu Maroko.
Sebagai tindak lanjut, Maroko juga akan meratifikasi piagam pembentukan Dewan Perdamaian Gaza sebagai bentuk partisipasi aktif dalam struktur organisasi tersebut.
Dijelaskan pula bahwa Dewan Perdamaian Gaza dirancang sebagai sebuah organisasi internasional yang bertujuan menjaga stabilitas kawasan, memulihkan tata kelola pemerintahan, serta mendorong terciptanya perdamaian berkelanjutan di wilayah yang terdampak maupun berpotensi dilanda konflik.
Mandat dewan akan dijalankan melalui kerja sama konkret, langkah-langkah praktis, serta kemitraan strategis yang berorientasi pada hasil nyata di lapangan. Keanggotaan dewan bersifat terbatas dan hanya dapat diperoleh melalui undangan resmi dari Presiden Amerika Serikat.
Selain itu, Maroko juga menyambut pengumuman dimulainya fase kedua dari rencana perdamaian menyeluruh yang digagas Presiden Trump, termasuk pembentukan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza sebagai badan transisi sementara.
“Di bawah kepemimpinan visioner Yang Mulia Raja, Maroko kembali menegaskan komitmennya yang konsisten terhadap terwujudnya perdamaian yang adil, menyeluruh, dan berkelanjutan di kawasan Timur Tengah,” tutup pernyataan tersebut.














