JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyepakati kemitraan strategis baru dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dalam pertemuan tingkat tinggi di Lancaster House, London, pada Selasa, 20 Januari 2026.
Kerja sama ini menitikberatkan pada pemanfaatan keunggulan Inggris di bidang teknologi dan keuangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara masif.
Presiden Prabowo memandang Inggris sebagai mitra krusial yang memiliki kapasitas finansial yang sangat kuat serta penguasaan teknologi mutakhir.
Melalui kemitraan ini, Indonesia berpeluang besar memperoleh transfer teknologi dan menarik investasi langsung dari Inggris. Kerja sama ini dinilai menguntungkan kedua belah pihak karena sejalan dengan ambisi Indonesia untuk mempercepat transformasi ekonomi.
Salah satu poin strategis yang disepakati adalah dukungan Inggris terhadap sektor maritim Indonesia. Inggris berkomitmen membantu rencana pemerintah Indonesia dalam membangun sekitar 1.500 kapal ikan serta melakukan perbaikan infrastruktur di berbagai desa nelayan.
Langkah ini dianggap vital mengingat tiga perempat wilayah Indonesia adalah lautan, dan pemerintah bertujuan meningkatkan konsumsi protein rakyat melalui optimalisasi sumber daya laut.
Kemitraan strategis baru ini merupakan tindak lanjut konkret dari Joint Statement yang telah disepakati kedua pemimpin pada tahun sebelumnya.
Terdapat empat pilar utama yang menjadi pondasi kerja sama ini, yaitu penguatan pertumbuhan ekonomi, kerja sama di bidang iklim dan energi transisi, peningkatan sektor pertahanan dan keamanan, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia dan masyarakat.
Presiden optimistis bahwa dukungan dari London akan mempercepat kemajuan ekonomi Indonesia, khususnya di wilayah pesisir.
Sinergi ini diharapkan tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global melalui dukungan sistem keuangan dan teknologi yang kredibel dari Inggris.












