Venezuela Luncurkan Kampanye Global “Bring Them Back” untuk Desak Pembebasan Maduro–Flores

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Venezuela resmi mengumumkan kampanye internasional bertajuk “Bring Them Back”. Gerakan ini ditujukan untuk menghimpun dukungan dunia bagi Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang disebut tengah ditahan oleh pemerintah Amerika Serikat.

Caracas menilai penahanan tersebut sebagai tindakan sepihak yang melanggar kedaulatan Venezuela dan bertentangan dengan hukum internasional.

Duta Besar Venezuela untuk Indonesia, Enrique Antonio, menyatakan kampanye itu terbuka bagi publik luas—mulai dari komunitas, organisasi, hingga individu—yang ingin menyampaikan simpati sekaligus mengecam langkah Washington. Pernyataan itu ia sampaikan dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Venezuela, kawasan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis, 22 Januari 2026.

Menurut Enrique, dukungan internasional akan dikumpulkan dalam bentuk surat dan pernyataan resmi. Dokumen tersebut akan dihimpun untuk dipublikasikan ke masyarakat global sebagai penanda bahwa aksi penahanan itu diprotes banyak pihak. Ia juga menyebut surat-surat itu akan diteruskan kepada Maduro dan Flores di tempat penahanan.

Sebelumnya, dalam konferensi video pada 15 Januari 2026, putra Maduro, Nicolás Maduro Guerra, mengumumkan kampanye “Bring Them Back” dijalankan secara serentak melalui seluruh perwakilan diplomatik Venezuela di berbagai negara. Ia juga mengusulkan pemasangan penghitung waktu di tiap kedutaan dan konsulat untuk menunjukkan lamanya Maduro dan Flores berada dalam tahanan, dengan patokan waktu pukul 02.00 pada 3 Januari 2026.

Maduro dan Flores disebut ditangkap otoritas AS dalam operasi besar pada 3 Januari 2026 dan saat ini ditahan di penjara federal di Brooklyn, New York. Pemerintah AS menuding keduanya terkait jaringan kartel dan narko-terorisme, sementara Venezuela membantah tuduhan tersebut dan menyebut penangkapan itu sebagai “penculikan” bermotif politik.