Antisipasi Puncak Hujan Januari, Presiden Prabowo Minta Penanganan Banjir dari Hulu ke Hilir

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto terus memantau situasi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, meski saat ini tengah menjalani kunjungan kerja di Inggris dan Swiss.

Melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Presiden memberikan instruksi tegas untuk mempercepat langkah mitigasi guna mengurangi dampak cuaca ekstrem.

Salah satu poin utama arahan Presiden adalah penambahan intensitas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Langkah ini diambil setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BNPB, dan BMKG untuk memecah awan hujan di wilayah Jabodetabek. Kebijakan ini dinilai krusial mengingat laporan BMKG memprediksi puncak curah hujan tinggi akan terus berlangsung hingga akhir Januari 2026.

Selain penanganan darurat, Presiden Prabowo menekankan pentingnya penyelesaian masalah banjir secara menyeluruh dari hulu hingga ke hilir.

Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden meminta pembentukan tim khusus untuk pengelolaan air dan penguatan peran otorita pengelolaan pantai utara Jawa, termasuk percepatan proyek Giant Sea Wall sebagai solusi jangka panjang.

Mensesneg Prasetyo Hadi juga menyampaikan rasa prihatin dan permohonan maaf pemerintah kepada warga Jakarta dan sekitarnya yang aktivitasnya terhambat akibat genangan air.

Pemerintah berkomitmen bahwa seluruh jajaran di tanah air akan terus bekerja sama untuk memastikan penanganan dampak banjir berjalan optimal dan tepat sasaran.