JurnalPatroliNews – DAVOS — Penampilan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, saat meresmikan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026), memicu perbincangan hangat di media internasional.
Sorotan tertuju pada memar merah yang mencolok di tangan kirinya, yang kemudian menimbulkan spekulasi publik mengenai kondisi kebugaran sang presiden yang kini berusia 79 tahun tersebut.
Menanggapi rumor yang berkembang, Trump memberikan klarifikasi di atas pesawat Air Force One dalam perjalanan kembali ke Amerika Serikat.
Ia mengungkapkan bahwa memar tersebut muncul setelah tangannya tidak sengaja membentur sudut meja saat acara Forum Ekonomi Dunia (WEF). Kondisi tersebut diperparah oleh kebiasaannya mengonsumsi aspirin dalam dosis tinggi.
“Dokter menyarankan minum aspirin jika Anda sayang jantung, tapi risikonya adalah mudah memar. Saya minum aspirin dosis besar untuk memastikan darah mengalir lancar melalui jantung saya,” ujar Trump.
Meski dokter pribadinya menyatakan ia sangat sehat dan tidak memerlukan dosis setinggi itu, Trump mengaku tidak ingin mengambil risiko terkait kesehatan jantungnya.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, turut menegaskan bahwa insiden tersebut hanyalah cedera ringan akibat benturan fisik dengan meja penandatanganan.
Para ahli medis yang diwawancarai Reuters sepakat bahwa penggunaan aspirin sebagai antiplatelet memang dapat menyebabkan pembuluh darah kapiler lebih mudah pecah dan menimbulkan lebam yang tampak dramatis, terutama pada usia lanjut.














