JurnalPatroliNews – Jakarta – Gubernur Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap maraknya aksi pencurian material besi pada sejumlah jembatan penyeberangan orang (JPO) di ibu kota.
Menanggapi hilangnya plat besi di JPO Sahabat kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Pramono menginstruksikan Dinas Bina Marga untuk melakukan perubahan spesifikasi material pada pembangunan dan perbaikan JPO ke depannya.
Langkah konkret yang diambil adalah mengganti plat besi dengan bahan wooden press atau kayu tekan. Pramono menjelaskan bahwa material ini dipilih karena tidak memiliki nilai jual bagi pencuri namun tetap memiliki kekuatan dan daya tahan yang mumpuni untuk fasilitas publik.
Kebijakan ini disampaikan saat ia menghadiri seremoni groundbreaking JPO yang menghubungkan Jakarta International Stadium (JIS) dan Ancol di Jakarta Utara pada Minggu (25/1/2026).
Mantan Sekretaris Kabinet era Jokowi ini menilai tindakan para oknum pencuri tersebut sangat tidak bertanggung jawab karena langsung mengancam keselamatan nyawa pengguna fasilitas publik.
Warga sekitar JPO Daan Mogot melaporkan rasa cemas yang tinggi saat melintasi jembatan yang berlubang, bahkan harus berjalan menepi demi menghindari celah lantai yang hilang.
Kondisi ini diperparah dengan rusaknya kamera pengawas atau CCTV di lokasi akibat kabel yang diputus, sehingga pelaku sulit teridentifikasi.
Pramono mengimbau seluruh warga Jakarta untuk menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap fasilitas umum.
Ia menegaskan bahwa JPO dibangun menggunakan dana publik untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan individu yang mencari keuntungan pribadi melalui tindakan kriminal. Selain mengganti material lantai, pemerintah daerah juga akan mengevaluasi sistem keamanan dan pemantauan di seluruh titik JPO guna memastikan keamanan maksimal bagi pejalan kaki.














