Petinggi Militer China yang Dekat dengan Xi Jinping Terseret Penyelidikan Disiplin

JurnalPatroliNews – Jakarta – Otoritas pertahanan China tengah menyelidiki Jenderal Zhang Youxia, salah satu figur paling berpengaruh di tubuh militer negeri Tirai Bambu. Penyelidikan ini diumumkan Kementerian Pertahanan China dan langsung menarik perhatian internasional mengingat posisi strategis Zhang dalam struktur kekuasaan.

Mengutip laporan RT pada Senin, 26 Januari 2026, Zhang Youxia merupakan anggota Politbiro Partai Komunis China sekaligus menjabat Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (Central Military Commission/CMC), lembaga tertinggi yang mengendalikan angkatan bersenjata China di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping. Selama ini, Zhang dikenal sebagai tokoh senior yang memiliki kedekatan dengan lingkar inti kekuasaan.

Dalam keterangan resmi yang dirilis Sabtu lalu, Kementerian Pertahanan China menyebut Zhang diduga melakukan pelanggaran berat terhadap aturan disiplin dan hukum. Namun, pemerintah tidak merinci jenis pelanggaran yang sedang diselidiki.

Tak hanya Zhang, penyelidikan juga menyasar Liu Zhenli, perwira tinggi lain yang sama-sama duduk sebagai anggota CMC. Meski telah berusia 74 tahun dan melewati batas usia pensiun militer, Zhang tercatat masih aktif bertugas. Ia bergabung dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) sejak 1968 dan memiliki rekam jejak panjang di institusi tersebut.

Sejumlah media Barat berspekulasi bahwa kasus ini berkaitan dengan dugaan kebocoran informasi sensitif, termasuk program nuklir China, kepada Amerika Serikat, serta praktik suap dalam promosi jabatan militer. Namun hingga kini, otoritas China belum memberikan konfirmasi atas spekulasi tersebut.

Sementara itu, media resmi China, Global Times, mengutip editorial PLA Daily yang menegaskan bahwa aparat militer yang terbukti terlibat korupsi akan dijatuhi sanksi keras tanpa pengecualian, terlepas dari pangkat maupun pengaruh politiknya.

Penyelidikan ini juga mencerminkan kelanjutan kampanye antikorupsi Presiden Xi Jinping yang semakin diperketat sejak memasuki masa jabatan ketiga pada 2023. Xi berulang kali menyebut korupsi sebagai ancaman serius terhadap stabilitas negara, dan dalam beberapa tahun terakhir sejumlah pejabat tinggi militer, termasuk jenderal aktif dan mantan petinggi CMC, telah dicopot dari jabatannya.